Minggu, 21 Juni 2015

Strategi Pendanaan Usaha


1)      Sumber Pendanaan Usaha
      Dalam pendanaan usaha terdapat dua sumber utama pendanaan usaha, yaitu ekuitas dan utang. Ekuitas yaitu pemilik mengiventasikan laba perusahaannya untuk ditempatkan dalam perusahaan guna memperkecil resiko pengembalian dalam tingkat yang rendah, sedangkan utang adalah mengandung resiko, pemberi pinjaman pertama kali menarik laba dan harus dibayar sekalipun perusahaan tidak ada laba atau dalam kondisi merugi.

Kedua sumber pendanaan tersebut adalah sebagai berikut:
·         Pendanaan ekuitas (modal sendiri). Dapat diperoleh dari tabungan individu, teman dan atau saudara, investor perorangan lain, perusahaan-perusahaan besar, perusahaan modal ventura, dan penjualan saham.
·         Pendanaan dari utang (pinjaman). Dapat diperoleh dari teman atau saudara, investor perorangan lainnya, para pemasok bahan baku pemberi pinjaman berbentuk asset, bank-bank komersial, program-program yang didukung oleh pemerintah, lembaga-lembaga keuangan swadaya masyarakat, perusahaan-perusahaan besar dan perusahaan modal ventura.

    Ada berbagai cara mencari sumber dana untuk usaha. Mulai dari koperasi simpan pinjam sampai dengan rumah gadai. Selain itu kredit usaha yang ditawarkan oleh bank–bank pun semakin hari kian menggoda.
Berikut ini akan dibahas secara singkat mengenai sumber–sumber dana yang bisa menyediakan modal untuk usaha:
a)      Dana Pribadi
Berasal dari tabungan pribadi atau deposito, menjual barang–barang berharga dan sebagainya. Kelebihan dari dana ini adalah merupakan dana yang paling murah karena tidak dikenakan beban bunga. Kekurangannya ialah jumlah yang terbatas.

b)      Dana dari sistem gadai
Dapat diperoleh dengan menggadaikan barang maupun surat berharga ke lembaga formal maupun non-formal, misalkan rumah gadai. Prosedur untuk mendapatkan dana ini relatif sederhana, keterbatasannya ada pada jumlahnya yang biasanya terbatas dan juga jangka waktu pinjaman yang relatif pendek.

c)      Pinjaman kepada lembaga non-formal
Dana didapatkan dari pinjaman arisan keluarga atau kelompok pertemanan ataupun meminjam dari rentenir. Caranya sederhana namun jangka waktu pinjaman juga relatif pendek.

d)     Bermitra / berpartner
Mendapatkan pendanaan dengan mengundang investor untuk memodali usaha, atau pendanaan dari lemabaga pengembangan kemitraan. Dana juga bisa diperoleh melalui usaha modal ventura. Dana semacam ini tergolong murah karena tidak ada beban bunga dan kemungkinan perusahaan tumbuh lebih cepat sangat besar. Kekurangannya adalah proses mendapatkannya sangat lama sehingga tidak dapat diandalkan untuk keperluan dana yang sangat mendesak

e)      Hibah
Mendapatkan dana dari perusahaan atau lembaga yang mempunyai program pengembangan kewirausahaan. Dana jenis ini tergolong sangat murah tetapi persaingan untuk memperolehnya sangat ketat.

f)       Pinjaman ke lembaga non-bank
Jenis pinjaman ini antara lain pinjaman ke komperasi simpan pinjam atau BPR, pinjaman ke lembaga pembiayaan maupun leasing. Prosedurnya relatif lebih mudah dibandingkan dengan dengan lembaga perbankan. Nilai pinjaman juga bisa dinegosiasikan demikian juga dengan jangka waktu pinjamannya. Kekurangannya terkadang suku bunga yang ditawarkan lebih tinggi. Bila ingin meminjam di koperasi, peminjam harus menjadi anggota terlebih dahulu.

g)      Pinjaman ke bank
Dana didapatkan dengan meminjam langsung ke bank. Kendala terbesar adalah pada prosedur dan persyaratan yang harus dipenuhi oleh pemohon kredit. Pinjaman ini relatif aman karena perjanjiannya jelas dan juga ada pengawasan dari pihak bank. Jumlah pinjaman relatif besar bila dibandingkan dengan sumber pendanaan lainnya.

h)      Pasar modal
Menerbitkan surat hutang dan ditawarkan ke publik melalui pasar modal. Untuk kebutuhan dana yang sangat besar maka pinjaman ini bisa menjadi salah satu pilihan yang tepat. Namun banyak syarat dan prosedur yang harus terpenuhi terlebih dahulu sebelum pemohon dana layak menerbitkan surat utang ke publik. Selain itu juga perusahaan wajib menampilkan laporan keuangan setiap periode. (Himawan Hartono).
Selain itu masih terdapat sumber pendanaan yang lainnya, yaitu Sumber Pembiayaan Jangka Panjang dan Pembiayaan Saham Biasapendanaan ini merupakanpendanaan yang didasarkan pada pecking order theory, urutan pendanaan untuk meningkatkan nilai perusahaan dilakukan berdasarkan pendanaan yang memiliki risiko lebih kecil yaitu pertama laba ditahan, diikuti dengan hutang, dan yang terakhir ekuitas baru Myers (1984).

      Implikasi dari teori ini adalah perusahaan lebih menyukai financial slack dalam menjaga fleksibelitas keuangan untuk sumber dana investasi di masa depan, dengan menghindari keterpaksaan untuk mengeluarkan saham baru pada tingkat harga saham yang rendah. Penjualan saham baru merupakan kegiatan untuk mengurangi leverage yang selanjutnya akan menurunkan harga saham. Di lain pihak hutang baru merupakan aktivitas yang dapat meningkatkan leverage yang akan meningkatkan harga saham perusahaan.
     Keputusan pendanaan adalah keputusan tentang bagaimana perusahaan mendanai aset-asetnya. Dengan kata lain berkaitan tentang jenis-jenis sumber dana dan konposisi dari tiap sumber dana itu. Sumber dana dapat dibedakan menjadi sumber dana jangka pendek dan panjang. Sumber dana jangka panjang terdiri dari hutang jangka panjang dan ekuitas.

2)      Kredit Bank dan Lembaga Keuangan Non Bank
Ø  Lembaga keuangan bank adalah lembaga keuangan yang memberikan jasa-jasa keuangan dan menarik dana dari masyarakat secara langsung.
 

Jenis-jenis lembaga keuangan bank terdiri dari :
1) Bank Umum (Konvensional dan Syariah), dan;
2) Bank Perkreditan Rakyat (Konvensional dan Syariah).
·         Bank Umum menurut UU RI No 7 tahun 1992 sebagaimana diperbaharui pada UU No 10 tahun 1998 adalah bank yang melaksanakan kegiatan secara konvensional berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. 
·         Bank Perkreditan Rakyat (BPR) adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.
Ø  Lembaga keuangan bukan bank adalah lembaga keuangan yang memberikan jasa-jasa keuangan dan menarik dana dari masyarakat secara tidak langsung (non depository). Lembaga keuangan bukan bank terdiri dari beberapa jenis, yaitu lembaga pembiayaan yang terdiri dari leasing, factoring, pembiayaan konsumen dan kartu kredit, perusahaan perasuransian yang diantaranya asuransi keuangan dan asuransi jiwa serta reasuransi, dana pensiun yang terdiri dari dana pensiun pemberi kredit dan dana pensiun lembaga keuangan, dana perusahaan efek, reksadana, perusahaan penjamin, perusahaan modal ventura dan pegadaian. 

3)      Modal Ventura
      Merupakan suatu investasi dalam bentuk pembiayaan berupa penyertaan modal ke dalam suatu perusahaan swasta sebagai pasangan usaha (investee company) untuk jangka waktu tertentu.
Pada umumnya investasi ini dilakukan dalam bentuk penyerahan modal secara tunai yang ditukan dengan sejumlah saham pada perusahaan pasangan usaha. Investasi modal ventura ini biasanya memiliki suatu resiko yang tinggi namun memberikan imbal hasil yang tinggi pula. Kapitalis ventura atau dalam bahasa asing disebut venture capitalist (VC), adalah seorang investor yang berinvestasi pada perusahaan modal ventura. Dana ventura ini mengelola dana investasi dari pihak ketiga (investor) yang tujuan utamanya untuk melakukan investasi pada perusahaan yang memiliki resiko tinggi sehingga tidak memenuhi persyaratan standar sebagai perusahaan terbuka ataupun guna memperoleh modal pinjaman dari perbankan. Investasi modal ventura ini dapat juga mencakup pemberian bantuan manajerial dan teknikal. Kebanyakan dana ventura ini adalah berasal dari sekelompok investor yang mapan keuangannya, bank investasi, dan institusi keuangan lainnya yang melakukan pengumpulan dana ataupun kemitraan untuk tujuan investasi tersebut.
Ciri-ciri perusahaan modal ventura:
  • Pembiayaan modal ventura merupakan ekuitas 
  • Modal ventura merupakan investasi perspektif jangka panjang 
  • Modal ventura merupakan pembiayaan risk capital 
  • Modal ventura bersifat sementara 
  • Keuntungan berupa capital gain dan deviden 
  • Tingkat pengembalian tinggi
Contoh perusahaan modal ventura:
    • PT Freefort Finance Indonesia 
    • PT Astra Mitra Ventura 
    • PT Batavia Internasional Ventura

4)      Pembiayaan Pola Syariah
      Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang memiliki beragam suku bangsa, bahasa dan agama. Meskipun Indonesia bukan negara Islam, Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia dengan jumlah 88 persen dari total jumlah penduduk yang ada. Dengan semakin meningkatnya sisteem keuangan dan perbankan serta semakin meningkatnya kesejahteraan, kebutuhan masyarakat, khususnya muslim, menyebabkan semakin besarnya kebutuhan terhadap layanan jasa perbankan diantaranya masalah pembiayaan yang sesuai dengan prinsip syariah.

Produk pembiayaan dalam perbankan Syariah menurut Al- Harran ( 1999) dapat dibagi tiga,
1.      Return bearing financing, yaitu bentuk pembiayaan yang secara komersial menguntungkan, ketika pemilik modal mau menanggung risiko kerugian dan nasabah juga memberikan keuntungan.
2.      Return free financing, yaitu bentuk pembiayaan yang tidak untuk mencari keuntungan yang lebih ditujukan kepada orang membutuhkan (poor), sehingga tidak ada keuntungan yang dapat diberikan.
3.      Charity Financing, yaitu bentuk pembiayaan yang memang diberikan kepada orang miskin dan membutuhkan, sehingga tidak ada klaim terhadap pokok dan keuntungan.[1]

Produk- produk pembiayaan bank syariah, ditujukan untuk menyalurkan investasi dan simpanan masyarakat ke sektor rill dengan tujuan produktif dalam bentuk investasi bersama yang dilakukan bersama mitra usaha dengan menggunakan pola bagi hasil, dalam bentuk investasi sendiri kepada yang membutuhkan pembiayaan menggunakan pola jual beli ( murabahah, salam, istisna’) dan pola sewa ( ijarah dan IMBT).
Terdapat beberapa pola yang diterapkan pada bank syariah, diantaranya:
  • Pola Titipan (Wadi’ah) adalah titipan murni yang dititipkan pada pihak penitip yang memiliki barang kepada pihak penyimpan yang diberikan amanah atau kepercayaan baik berbentuk lembaga atau badan hukum untuk menjaga barang dari kerusakan sampai dikembalikan barang simpanan tersebut. 
  • Pola Pinjaman (Qardh) adalah memberikan pinjaman kepada orang lain tanpa mengharapkan imbalan untuk dikembalikan dengan pengganti yang sama dan dapat ditagih atau diminta kembali kapan saja oleh pihak yang menghutangi. 
  • Pola Bagi Hasil (Mudharabah) adalah akad antara pemilik modal, dalam hal ini pihak bank yang menyerahkan dana kepada pengelola modal dalam hal ini pihak nasabah, dengan syarat bahwa keuntungan yang diperoleh dibagi 2 sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat. 
  • Pola Jual Beli (Buyu’) adalah tukar menukar harta atas dasar saling ridha atau memindahkan kepemilikan dengan imbalan pada suatu yang diinginkan. 
  • Pola Sewa (Ijarah) adalah menghimpun dana dengan menerbitkan sukuk yang merupakan obligasi syariah. Dengan sukuk ini, bank akan mendapatkan alternatif sumber dana jangka panjang sehingga dapat digunakan untuk pembiayaan jangka panjang. 
  • Pola lainnya
5)      Pembiayaan melalui Multifinance Leasing 

  • Multifinance adalah lembaga keuangan yang memberikan pembiayaan dalam pengadaan aktiva tetap kepada pihak lain, baik individu maupun perusahaan dan dananya tidak dikumpulkan secara langsung dari masyarakat.
  • Perusahaan pembiayaan konsumen adalah badan usaha yang melakukan kegiatan pembiayaan untuk pengadaan barang berdasarkan kebutuhan konsumen dengan sistem pembayaran angsuran atau pembayaran secara berkala oleh konsumen. 
  • Leasing adalah kegiatan pembiayaan perusahaan dalam bentuk penyediaan barang-barang modal untuk digunakan suatu perusahaan dalam jangka waktu tertentu. Dengan melakukan leasing maka perusahaan dapat memperoleh barang modal dengan jalan sewa beli untuk dapat langsung digunakan berproduksi, yang dapat diangsur setiap bulan / setiap triwulan sekali kepada pihak lessor.
      
Jenis-jenis leasing:

  • Finance Lease 
  • Operating Lease 
  • Sales – Typed Lease 
  • Leveraged Lease 
  • Cross Border Lease

sumber :
http://dhana03.blogspot.com/2011/12/mencari-sumber-sumber-pendanaan-usaha.html
http://yangmantapajadeh.blogspot.com/2012/03/lembaga-keuangan-bank-dan-non-bank-di.html
http://ahsanulmansuri91.blogspot.com/
http://dinisiti22.blogspot.com/2014/02/multifinance-dan-leasing.html

Senin, 11 Mei 2015

Are we okey ?

Are we okey ?
Are we okey ?
Are we okey ?
Tell me, Are we okey ?

Mengapa Semuanya terasa berbeda ?
Semuanya seperti sandiwara, seperti tak terjadi apa-apa. Why ??

Aku merasa kosong, rasa cinta ku pun mulai kosong. Entahlah, yang jelas aku tak lagi menperjuangkan kita. Karna bersamamu aku tak lagi bahagia. Hatiku sudah terlanjur kecewa. Setiap melihatmu dadaku terasa sesak, selalu teringat akan kejadian itu, kejadian yang cukup membuatku sulit bernafas. How could you ?

Aku tidak menyerah akan kita, aku hanya tidak lagi berharap tentang hubungan ini. Aku hanya berusaha mengikuti skema yang ada. Mungkin bisa dibilang my smile is fake, my happiness is fake, everything is fake coz' my heart so hurt, you breaking my turst, you breaking all.  How Could you ??

Bagai buah si malakama.
Aku belum siap kehilangannya, tapi aku juga sudah terlalu sakit dengannya.
Aku lelah,,
Aku lelah dengan perasaan seperti ini :'(

Yang terjadi yah terjadilah,,, apapun itu Insyaallah kuat :')

Jumat, 01 Mei 2015

Lunch Bag

Kesadaran pola hidup sehat yang akhir-akhir ini mewabah di kalangan masyarakat perkotaan, terutama jenis makanan yang dikonsumsi, mencipakan sebuah tren baru, yaitu membawa bekal dari rumah, mulai dari anak sekolah, karyawan, hingga eksekutif. Apalagi, dengan kondisi perekonomian saat ini yang jauh dari kata sejahtera, ditambah sebentar lagi harga BBM naik yang diikuti harga-harga komoditi lain ikut naik, tentu pilihan paling bijak dan murah adalah membawa bekal dari rumah. Tren ini memberikan peluang usaha yang menjanjikan bagi pelaku usaha, seperti produsen lunch bag atau tas bekal. Benar saja, beberapa pelaku usaha yang diliput Peluang Usaha dengakui besarnya untung yang didapat dari usaha yang sedang naik daun ini. Omset ratusan juta bisa diraup dengan keuntungan lebih dari 60 persen. Seperti apa prosepeknya ke depan?
Budaya serba instan ternyata tidak serta merta menjadikan masyarakat perkotaan mengabaikan pola hidup sehat. Sudah menjadi pemandangan yang lumrah, di angkutan umum, kendaraan pribadi, di sekolah-sekolah, perkantoran, orang menenteng tas bekal. Ada yang membawa bekal dengan wadah plastik biasa, lunch box , hingga yang sedang marak saat ini lunch bag yang terlihat modis dan stylish. Lunch bag agak berbeda dengan lunch box yang bentuknya hanya seperti kotak dan dibawa dengan cara dijinjing. Lunch bag , layaknya tas pada umumnya, memiliki bentuk yang beragam, mulai dari persegi, oval, hati ( love ), hingga bentuk ransel yang bisa diselempang atau dipikul di punggung. Lunch bag juga bisa diisi barang-barang lain, seperti berkas kerja, peralatan kosmetik, atau pun perlengkapan sekolah, tidak seperti lunch box yang khusus hanya untuk makanan.
Pasar terbesar produk lunch bag ini adalah anak-anak sekolah, diikuti para karyawan kantor, baik swasta maupun pegawai negeri sipil (PNS), yang tentu saja demi menjaga kesehatan dan menghemat
pengeluaran. Karena anak-anak rata-rata agak sulit dan tidak mau membawa bekal, maka berbagai cara dilakukan orangtua agar anaknya mau membawa bekal. Di sinilah peran pelaku usaha yang harus memberikan solusi kepada para orangtua. Seperti Novita Puspasari, pemilik VITO GIFTS, mencipatak lunch bag dengan model dan desain yang disukai anak-anak, misalnya bergambar tokoh kartun kesayangannya. Cara seperti ini dapat memengaruhi anak-anak agar lebih memilih membawa bekal dari rumah dibandingkan jajan di luar, karena tas bekal yang dibawanya bisa disesuaikan dengan tokoh favoritnya. Contoh, anak laki-laki lebih memilih tas bekal mobil-mobilan, sedangkan anak perempuan lebih memilih tas bekal Frozen atau Shopia atau Masha.

Saat ini lunch bag yang sedang menjadi tren dan banyak dicari masyarakat salah satunya adalah lunch
bag bergambar Frozen yang sangat laku karena film-nya baru ditayangkan di bioskop. Meskipun lunch bag sudah ada sejak lama tetapi menjadi booming kembali karena menghadirkan desain dan karakter terbaru. 

Bahan 
Bukan hanya model dan desain yang modis dan stylish mengikuti tren, pelaku usaha juga harus memerhatikan bahan baku lunch bag yang digunakan. Karena berhubungan dengan makanan, maka standar keamanan, keseharan, dan kenyamanan harus terjamin. Bahan-bahan yang biasanya digunakan untuk lunch bag cukup beragam, seperti imitasi PU/PVC, mika, kulit jeruk, oscar, D300, D600, parasit, dolby, canvas, parasit impor dan parasit lokal. Misalnya, bahan parasit impor mudah dibersihkan dan anti air, selain itu bisa menyimpan suhu panas dan dingin selama tiga jam. Pemilihan bahan baku yang tepat sangat mendukung kemajuan usaha dan menjaga kepercayaan pelanggan.
Pemasaran
Banyak cara yang bisa dilakukan untuk memasarkan lunch bag ini. Promosi ke sekolah-sekolah atau perkantoran sangat tetap sasaran, misalnya dengan menjadi sponsor acara-acara yang diadakan di sekolah. Pengamat marketing, Bambang Wahyu Purnomo menambahkan, perkembangan media cetak, elektronik dan social media saat ini sangat pesat, tentunya membawa dampak positif bagi perkembangan tren marketing. Atau bisa juga langsung menawarkan produk ke perusahaan-perusahaan seperti Tupperware sebagai alat promosi produk. 

Omset 
Melihat tren semakin banyak orang membawa bekal dari rumah saat ini, permintaan akan tas bekal terus meningkat. Dengan semakin luasnya pemasaran, tak mengherankan setiap bulan Carolina
Sutjiadi mampu memproduksi hingga 500 lunch bag , dengan omset Rp 50 juta dan keuntungan tidak
kurang dari 50%. Demikian juga dengan Karina yang mendapatkan 25-30 client setiap bulan dengan jumlah produk sekitar 1.000 pcs, atau omset sebesar Rp 150juta dan keuntungan bersih lebih dari 60%.

Mengenali Peluang dan Model Pengembangan Rintisan Baru

1. Mengenali peluang dan model pengembangan rintisan baru

Peluang dalam bahasa inggris adalah opportunity yang berarti kesempatan yang muncul dari sebuah sebuah kejadian atau momen. Jadi, peluang berasal dari kesempatan yang muncul dan menjadi ilham (ide) bagi seseorang memperoleh inspirasi, berarti dia membuka sebuah peluang untuk suatu hal yang baru.
Peluang yang berasal dari sebuah ide usaha yang diperoleh dari sebuah inspirasi, harus merupakan peluang yang potensial, sehingga dapat dikategorikan sebagai peluang usaha yang baik.

Ciri-ciri usaha yang potensial:

1. Usaha itu memiliki nilai jual yang tinggi,

2. Usaha bukan hanya ambisi pribadi semata, tetapi sifatnya nyata,

3. Usaha itu mempunyai waktu bertahan yang lama di pasar,

4. Tidak akan menghabiskan modal (uang), karena terlalu kasar investasinya,

5. Tidak bersifat momentum atau bersifat musiman (seasonal),

6. Bisa ditingkatkan skalanya menjadi skala industri.

Ciri-ciri peluang usaha yang baik adalah sebagai berikut.

1. Peluang itu orisinil dan tidak meniru. Usaha yang sukses itu tidak meniru usaha orang lain. Usaha yang meniru orang lain hasilnya belum tentu sama.

2. Peluang itu harus dapat mengantisipasi perubahan persaingan dan kebutuhan pasar di masa mendatang. Dalam arti, peluang itu bisa terus ditingkatkan nilai jualnya serta bisa terus diinovasi.

3. Benar-benar sesuai dengan keinginan agar peluang bisa bertahan lama.

4. Tingkat visibilitas (kelayakan usaha) benar-benar teruji untuk itu dilakukan riset dan trial (uji coba) dalam pasar.

5. Bersifat ide yang kreatif dan inovatif bukan tiruan dari ide orang lain.

6. Ada keyakinan bisa mewujudkan dan sukse untuk menjalankannya.

7. Ada rasa senang menjalankannya dan benar-benar suka dengan bisnis tersebut.


2. Mengenali Peluang dan memilih usaha yang tepat

pada ketiga kasus ,banyak pengusaha yang mengawali usaha nya dalamsituasi yang serba sulit,menghadapi kondisi yang tidak pasti atau bahkan sering menemukan jalan buntu,dan akhirnya frustasi atau hanya menunggu saja dan tidak melakukan apapun. Salah satu alat untuk mengukur semua hal yang mungkin dan tidak mungkin dilakukan dengan usahawan sebagai penilaian awal dan pemberian informasi penting,yaitu menggunakan analisis terhadap kelemahan, kekuatan,peluang, dan ancaman (strengths, weaknesses, opportunities, threats) atau yang lebih dikenal dengan sebutan analisis SWOT. Berikut adalah cara sederhana yang dapat dilakukan dalammenerapkan analisis SWOT:

a. melihat kekuatan yang dimiliki seperti lokasi, sumber-sumber bahan baku yang mudah didapat,mudah dijangkau oleh konsumen atau pelanggan, dan kekuatan lainnya yang dapat dimanfaatkan.
b. Melihat kelemahan yang dimiliki agar kita tidakmemaksakan diri melakukan usaha yang sebenarnya tidak dapat dilakukan karena kita memiliki kekurangan tertentu.
c. Melihat peluang yang dapat dimanfaatkan dan memberikan keuntungan
d. Melihat ancaman terhadap usaha-usaha yang berisiko tinggi , memiliki siklus hidupyang pendek,dan tidak terukur.

Banyak cara untuk melihat peluang yang terjadi disekitar kita. Selama masih ada kebutuhan dan keinginan, selama itu pula masih ada peluang yang dapat kita manfaatkan:
a. mengenali kebutuhan pasar.
b. Mengembangkan produk yang telah ada di pasaran.
c. Memadukan bisnis-bisnis yang ada.
d. Mengenali kecenderungan (tren) yang terjadi.
e. Mewaspadai segala kemungkinan yang awalnya terlihat sepele, yang ternyata setelah ditekuni dapat menjadi bisnis yang luar biasa.
f. Menggunakan asumsi-asumsi yang baru(tidak baku).

Melihat sumber ide bisnis yang sangat banyak, mungkin kita dapat melaksanakan seluruhnya. Kita dibatasi oleh sumber daya yang terbatas, sehingga kita harus memilih ide atau gagasan yang cukuplayakuntuk dikerjakan. Beberapa langkah untuk mengenali dan memilih peluang bisnis yang tepat,antara lain:

• tentukan tujuan besar yang hendak dicapai.
• buat daftar ide usaha.
• nilai kemampuan pribadi.
• pilih kriteria.
• membandungkan dan dapatkan saran dari pengusaha,konsultan,atau mentor.
• nilai keadaan bisnis saat ini dan masa mendatang melalui riset.
• tetapkan pilihan.

3. Cara Memasuki Duinia Usaha
Ada tiga cara yang dapat dilakukan untuk memulai suatu usaha atau memasuki dunia usaha:
· Merintis usaha baru (starting)

1. Perusahaan milik sendiri (sole proprietorship), bentuk usaha yang dimiliki dan dikelola sendiri oleh seseorang.
2. Persekutuan (partnership), suatu kerjasama (aosiasi) dua orang atau lebih yang secara bersama-sama menjalankan usaha bersama.
3. Perusahaan berbadan hukum (corporation), perusahaan yang didirikan atas dasar badan hukum dengan modal saham-saham.

· Dengan membeli perusahaan orang lain (buying)
· Kerjasama manajemen (franchising)

4. Struktur Organisasi yang Akan di kembangkan

Setiap perusahaan membentuk struktur organisasiyang mengidentifikasikan tugas dantanggungjawab setiap posisi pekerjaan serta alurhubungan antara posisi tersebut serta salingmelengkapi. Struktur organisasi berdampak padaefesiensi dan efektivitas dalam menghasilkanproduk dan pada akhirnya akan berdampak padanilai perusahaan.

· Organisasi Informal
Struktur organisasi informal adalah jaringan komunikasi informal yang terdapatdiantara para karyawan.Setiap individu yang bekerja pada suatu organisasi diwaktu tertentu mungkinmembutuhkan bantuan dari karyawan lain dan mereka dapat salingmenggantikan.Pada struktur organisasi informal juga memiliki kelemahan ketika komunikasitersebut berproses tidak menguntungkan bagi organisasi, yang dapatberdampak besar pada moral karyawan dan informasi tentang sesuatu yangdilebih-lebihkan cenderung tersebar lebih cepat dan lebih luas melalui strukturinformal.

· Organisai Formal
Setiap organisasi harus peka terhadap kekuatan lingkungan yang akanmempengaruhi organisasi tersebut, setiap perubahan selalu akan melibatkanmanusia dan pada akhirnya mempengaruhi pengelolaan sumber dayamanusia. Perubahan organisasional yang mengakibatkan perubahan terhadappengelolaan sumber daya manusia diantaranya ; perubahan strategiperusahaan, restrukturisasi organisasi, respon atas tuntutan obyektif karyawan dan lain-lainnyaStruktur organisasi suatu perusahaan di gambarkan dalam suatu baganorganisasi yang merupakan diagram dan memperlihatkan interaksi,tugas dantanggungjawab masing-masing karyawan.Pada struktur organisasi terkandung alur perintah yang


mengidentifikasi jabatan pekerjaan yang harus dipertanggungjawabkan oleh masing-masingkaryawan atas berbagai kegiatan serta komunikasinya dengan unit yanglainnya.


Sumber :

Bussines dan Marketing Plan


1. Defisini Bussines Plan

Agar perusahaan berjalan pada jalan yang benar maka seorang wirausaha harus menyusun Business Plan. Business Plan adalah: A good definition: A business plan is a document that convincingly demonstrates the ability of your business to sell enough of its product or service to make a satisfactory profit and be attractive to potential backers.

A better definition: A business plan is a selling document that conveys the excitement and promise of your business to any potential backers or stake­holders. (Bygrave 1994: 114)

Artinya Business Plan merupakan suatu dokumen yang menyatakan keyakinan akan kemampuan sebuah bisnis untuk menjual barang atau jasa dengan menghasilkan keuntungan yang memuaskan dan menarik bagi penyandang dana.

Definisi yang lebih baik menyatakan bahwa Business Plan adalah sebuah selling document yang mengungkapkan daya tarik dan harapan sebuah bisnis kepada penyandang dana potensial.

Hisrich-Peters memberikan definisi sebagai berikut: The business plan is a written document prepared by the entrepreneur that describes all the relevant external and internal elements involved in starting a new venture. It is often an integration of functional plans such as marketing, finance, manu­facturing and human resources. (Hisrich-Peters, 1995: 113)

Jadi business plan adalah dokumen tertulis yang disiapkan oleh wirausaha yang mengambarkan semua unsur-unsur yang relevan baik internal, maupun eksterhal mengenai perusahaan untuk memulai sewaktu usaha. Isinya Bering merupakan perencanaan terpadu menyangkut pemasaran, permodalan, manufaktur dan sumber daya manusia.

2. Kerangka Perencanaan Usaha

· Nama perusahaan

Nama yang diciptakan untuk sebuah usaha harus dipikirkan baik-baik karena nama perusahaan ini akan berdampak jangka panjang jangan hanya berorientasi kepada faktor-faktor yang sedang hangat pada masa kini akan tetapi lebih mementingkan prospek masa depannya.

Canon dan Wichert manyatakan ciri-ciri merek yang baik yaitu: pendek, sederhana, mudah dieja, mudah diingat, enak dibaca, tak ada nada sumbang, tak ketinggalan zaman, ada hubungan dengan barang dagangan, bila diekspor gampang dibaca oleh orang luar negeri, tidak menyinggung perasaan kelompok/orang lain atau tidak negatif, membayangkan apa produk itu atau memberi sugesti penggunaan produk tersebut.

· Lokasi

Ada dua hal yang harus diperhatikan dalam memilih lokasi yaitu:

ü Backward linkage

Backward linkage berarti pertalian kebelakang, yaitu bagaimana sumber daya (resources) yang akan digunakan termasuk bahan baku, tenaga kerja, suasana dan kondisi masyarakat setempat.

ü Forward linkage

Forward linkage berarti pertalian ke depan, yaitu daerah pemasaran hasil produksi. Apakah tersedia konsumen yang cukup untuk meyerap hasil produksi.

· Komoditi yang akan diusahakan

Mengenai komoditi yang akan diusahakan banyak tergatung kepada pemilik usaha(selera pemilik usaha). Untuk memilih komoditi yang akan diusahakan dapat mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:

ü Membanjirnya permintaan masyarakat terhadap jenis-jenis hasil usaha.

ü Teridentifikasinya kebutuhan tersembunyi masyarakat akan barang-barang atau jasa tertentu.

ü Kurangnya saingan dalam bidang usaha yang ingin kita kerjakan.

ü Adanya kemampuan yang meyakinkan untuk bersaing usaha dengan orang lain dalam mengembangkan suatu bidang usaha yang sama.

· Konsumen yang dituju

Prospek konsumen ini didasarkan atas bentuk usaha dan jenis usahanya. Jika jenis usaha yang dijalankan berbentuk industri tentu jangkauan konsumen yang akan dituju lebih jauh dibandingkan dengan usaha bentuk pertokoan.

· Pasar yang akan dimasuki

Sebuah perusahaan yang akan memasuki pasar akan menempatkan perusahaannya sebagai pemimpin pasar (market leader), penantang pasar (market challenger), pengikut pasar (market follower), atau perelung pasar (market nicher). Pemimpin pasar memiliki pangsa pasar terbesar dalam produk sejenis. Perusahaan ini dapat mengendalikan harga, membuat produk baru, menggunakan promosi secara gencar dan sebagainya. Namun pemimpin pasar ini tidak boleh lengah, dia harus tetap berjaga-jaga untuk mempertahankan pangsa pasarnya dari ancaman-ancaman perusahaan lain.

Penantang pasar adalah perusahaan-perusahaan yang berada di bawah pemimpin pasar, dan dia selalu berusaha untuk mengejar bahkan melampaui pemimpin pasar. Para penantang ini berambisi besar menggunakan sumber daya secara lebih baik, misalnya dengan perang harga, layanan yang lebih memuaskan dan sebagainya.

· Partner yang akan diajak kerjasama

Definisi partnership ialah suatu asosiasi atau persekutuan dua orang atau lebih untuk menjalankan suatu usaha mencari keuntungan. Partnership dapat mengatasi beberapa kelemahan yang terdapat pada bentuk usaha perorangan.

Ada dua macam partnership, yaitu:

ü General partnership

General partnership yaitu semua anggota ikut secara aktif mengoperasikan bisnis, sama-sama bertanggungjawab, termasuk tanggung jawab yang tidak terbatas terhadap utang-utang bisnis.

ü Limited partnership

Limited partnership yaitu partner yang memiliki anggota sekurang-kurangnya satu orang yang bertanggung jawab tidak terbatas dan anggota lainnya bertanggung jawab terbatas.

Macam-macam bentuk partnership yaitu:

· Secret partner (anggota yang aktif menjalankan bisnis, tetapi dia tidak mau identitasnya diketahui oleh umum).

· Silent partner (partner yang cukup dikenal oleh umum, tetapi dia tidak turut aktif menjalankan bisnis).

· Dormant partner (partner yang tidak turut aktif, dan juga tidak dikenal umum) dan lain-lain.

Jika sudah ada kesepakatan dalam membentuk partnership maka harus dibuat persetujuan bersama dan disepakati bersama baik di depan notaris ataupun tidak, agar segala sesuatunya diatur secara tertulis. Pada umumnya hal-hal yang dimuat dalam persetujuan itu ialah menyangkut:

· Personil yang dipercaya untuk menjalankan perusahaan

Memilih personil yang dipercaya memang agak sulit, sebab ini menyangkut masalah karakter, kejujuran dan kemampuan seseorang. Bisa saja menilai dari penampilan orang yang kita simpulkan itu jujur, tapi di balik itu terselubung pribadi jahat yang bisa menghancurkan bisnis. Padahal kejujuran ini adalah modal kehidupan yang utama. Maka pengawasan dilakukan terus-menerus, jangan biarkan orang-orang kepercayaan ada bekerja bebas 100%. Usahakan dalam pemantauan tidak menimbulkan kecurigaan, sehingga keharmonisan kerjasama tetap terpelihara.

Banyak pengalaman wirausaha mengalami kegagalan karena mengandalkan famili terdekat sebagai tangan kanan pemilik. Perlu dipertimbangkan jika famili dekat akan ikut dalam wirausaha, maka tempatkan dia pada possi yang tidak ada kesempatan untuk merongrong bisnis.

· Jumlah modal yang diharapkan dan yang tersedia

Semua sumber dan kemampuan pengumpulan modal ini harus ditulis. Modal awal ini harus tetap dicari sampai memenuhi/mencukupi untuk menggerakkan langkah pertama wirausaha. Modal utama adalah semangat dan kejujuran. Akan tetapi banyak diantara wirausahawan mampu mengumpulkan modal dari tabungan, menjual harta, atau pinjaman dari orang tua dan famili lainnya. Jika modalnya sangat kecil dapat dilakukan kerjasama dengan partner, yang masing-masing menyetorkan modalnya. Setelah usaha berjalan, kejujuran selalu tetap dipertahankan, reputasi semakin baik, maka hubungan akan terjalin baik dengan relasi. Relasi inilah yang biasanya sangat dominan menunjang perkembangan suatu wirausaha. Para relasi dapat membantu bahan, barang yang dibutuhkan, bahkan uang kontanpun dapat dipinjamkan. Suatu perusahaan yang sudah berjalan baik dan ingin maju, syarat mutlak ia harus berhubungan dengan bank. Melalui bank kita bisa memperoleh modal yang dibutuhkan dan dapat menyimpan uang sementara sebelum digunakan.

· Peralatan perusahaan yang perlu disediakan

Peralatan yang perlu disediakan, adalah sesuai dengan kepentingan usaha. Diluar itu, jangan dibeli, sebab akan mengganggu uang kas. Ada dua hal yang dipertimbangkan dalam menyediakan peralatan:

1. Ekonomis

2. Prestise

Wirausaha yang ekonomis sangat memperhatikan efisiensi dalam membeli peralatan. Dia akan membeli peralatan yang sangat diperlukan. Sedangkan wirausaha yang prestisius akan selalu membeli peralatan terlengkap dan baru serta mahal. Inipun tidak salah, asal sifat prestisius ini sesuai dengan rencana usaha yang akan dikembangkan. Jadi kebutuhan akan peralatan sesuai dengan lingkungan konsumen yang akan dilayani, dan kemampuan keuangan yang tersedia.

· Penyebaran promosi

Sabagai suatu usaha baru, tentu belum dikenal oleh masyarakat. Oleh sebab itu harus direncanakan apakah usaha ini perlu diperkenalkan/dipromosikan atau tidak. Jika akan dipromosikan harus direncanakan bentuk promosi, tempat/media mempromosikan, keunggulan apa yang akan ditunjukkan, apakah akan menonjolkan harga murah, kualitas prima, lokasi strategis dan sebagainya.

Elemen-elemen promosi yang biasa digunakan antara lain:

1. Advertising, yaitu berupa iklan diberbagai media.

2. Personal selling, merupakan tenaga penjual yang disiapkan baik di toko (pramuniaga) ataupun yang berkunjung ke rumah-rumah (salesman).

3. Sales promotion, yaitu berupa daya tarik bagi konsumen dalam bentuk korting, obral, hadiah, undian-undian kupon dan sebaginya.

4. Public relation, artinya memberi informasi kepada masyarakat tentang perusahaan, baik menyangkut produk, manajemen dan sebaginya, yang membuat



3. Bentuk Formal bussines plan

1. Halaman depan

2. Daftar isi

3. Rangkuman eksekutif

4. Penjelasan tentang perusahaan

5. Pemasaran

6. Barang dan jasa yang dihasilkan

7. Usaha meningkatkan penjualan

8. Permodalan

9. Apendix/

4. Ruang lingkup Marketing plan

Marketing plan merupakan bagian dari business plan. Menurut Bygrave, perencanaan pemasaran ini harus melakukan penganalisaan terhadap situasi perusahaan danlingkungannya, analisa dan penilaian peluang, kekuatan, kelemahan, kendala yang dihadapi juga gambaran sasaran konsumen dan strategi pemasaran yang digunakan. Inti utama dari pelaksanaan marketing plan ini adalah :

1. Analisa siatuasi lingkungan dan peluang pasar

2. Mengembangkan sasaran pemasaran

3. Menetapkan strategi pemasaran

4. Menciptakan taktik atau tindakan pelaksanaan

Kriteria marketing plan yang baik adalah :

1. Berdasarkan fakta dan asumsi yang benar

2. Teknik promosi yang efektif

3. Respon perubahan harga di pasar

4. Jaringan saluran distribusi

5. Keadaan persaingan yang sehat

6. S W O T perusahaan yang baik

7. Sumberdaya yang memadai

Konsep A I D A + S

Adapun konsep AIDA+S ini dapat diartikan sebagai berikut :

A = attention (perhatian)

I = Interest (tertarik)

D = Desire (keinginan)

A = Action (tindakan)

S = Satisfaction (kepuasan)

Konsep ini berlaku bagi usaha yang kegiatannya menarik konsumen.

Konsep Pemasaran Yang Harus Dilaksanakan

Konsep produk (Product Concept)

a. Orientasi pada produk (Product Orientations)

b. Orientasi penjualan (Selling Orientations)

c. Orientasi pasar (Market Orientations)

d. Orientasi tanggungjawab (Responsibilities Orientations)

Pendekatan Pemasaran

1. Commodity Approach (Pendekatan Komoditas)

2. Institutional Approach (Pendekatan Institusional)

3. Functional Approach (Pendekatan Fungsional)

Komoditi Yang Akan Dipasarka

1. Barang konsumsi :

a. Barang konvinien

b. Barang Shopping

c. Barang special

d. Barang insta

2. Barang hasil bum

3. Barang industry

4. Jasa

Strategi Pemasaran

Merupakan pola keputusan dalam perusahaan yang menentukan sasaran, maksud atau tujuan yang menghasilkan kebijaksanaan utama dan merencanakan untuk pencapaian tujuan serta merinci jangkauan bisnis yang akan dicapai. Strategi pemasaran adalah memilih dan menganalisa pasar sasaran yang merupakan suatu kelompok orang yang ingin dicapai oleh perusahaan dan menciptakan suatu bauran pemasaran yang cocok dan yang dapat memuaskan pasar sasaran tersebut.

Ada dua variabel yang harus diperhatikan dalam menyusun strategi pemasaran, yaitu :

1. Variabel yang dapat dikontrol :

a. Segmentasi pasar

b. Anggaran pasar

c. Waktu

d. Bauran pemasaran

2. Variabel yang tidak dapat dikontrol :

a. Keadaan persaingan

b. Perkembangan teknologi

c. Perubahan demografi

d. Kebijakan politik dan ekonomi oleh pemerintah

e. Sumberdaya alam

Pengembangan Produk.

Tujuan utama dari pengembangan produk adalah :.

1. Memenuhi keinginan dan kebutuhan konsumen.

2. Memenangkan persaingan

3. Meningkatkan volume penjualan

4. Memberdayakan sumber-sumber produksi

5. Mencegah kebosanan konsumen

Menyusun Marketing Plan

Format perencaan pemasaran pada setiap perusahaan tidak mesti sama, akan tetapi tergantung dari bentuk perusahaan yang akan melakukan pemasaran. Sebagai acuan, berikut contoh format marketing plan yang biasa digunakan :

1. Analisa situasi (SWOT) perusahaan

2. Tujuan pemasaran

3. Strategi inti/utama

4. Jadwal pelaksanaan

5. Anggaran pemasaran

6. Pengawasan/control

5. Tiga Komponen Marketing plan

Sasaran utama Marketing concept ialah kepuasan konsumen. Untuk mencapai sasaran tersebut, ada tiga komponen penting yaitu costumer needs and wants, organizationally integrated marketing strategy and goals (Bygrave 1994 : 68). Inti dari marketing concept ini ialah bukan membuat konsumen mengkuti keinginan produsen, tapi sebaliknya mengaharuskan produsen memahami dan berusaha mengikuti selera konsumen.

Marketing mulai dengan pertanyaan apakah yang ingin dibeli oleh konsumen? Jawabannya adalah kepuasan. Konsumen mencari nilai dan terpenuhi keinginannya.

Komponen kedua yang membentuk marketing concept ialah organisasi yang terintegrasi, yang utuh. Walaupun bisnis sudah bertumbuh dari hanya beberapa orang pendiri telah memiliki ratusan karyawan, namun harus tetap satu arah costumer fokus. Semua orang dari segala bidang, harus mempunyai pandangan sama, langsung atau tidak langsung harus selalu membuat konsumen mempunyai persepsi yang baik terhadap perusahaan. Langkah-langkah yang agak filosofis ini memberika fondasi yang kuat untuk mengembangkan costumer oriented, dalam sebuah organisasi perusahaan.

Komponen ketiga ialah goal achievement. Memang tujuan perusahaan ialah untuk meningkakan volume penjualan, tapi jangan hanya menekankan peningkatan volume, juga harus membuat kegiatan marketing yang lebih efektif yang lebih menunjang terhadap penjualan yang menguntungkan. Tujuan lainnya ialah meningkatkan image terhadap perusahaan, dan memperluas market share.


6. Siklus Hidup Product dan Strategi Pemasaran

Pengelolaan strategi siklus hidup didasarkan kepada keempat tahapan siklus hidup produk, yakni: (a) tahap perkenalan; (b) tahap petumbuhan; (c) tahap kedewasaan; dan (d) tahap penurunan. Karena siklus produk menegaskan empat hal (Arman dkk), yaitu:

1) Produk memiliki umur terbatas.

2) Penjualan produk melalui berbagai tahap, masing-masing memberikan tantangan, peluang, dan masalah yang berbeda bagi penjual.

3) Laba naik turun pada tahap yang berbeda selama siklus.

4) Strategi, pendapatan, manufaktur, dan SDM yang berbeda tiap siklus.

1. Strategi Pemasaran Tahap Perkenalan

Dalam meluncurkan produk baru, manajemen pemasaran dapat membentuk suatu tingkat tinggi atau rendah bagi setiap variabel pemasaran, seperti harga, promosi, distribusi, dan mutu produk. Dalam hal harga dan promosi menurut Arman dkk (2006), manajemen dapat melaksanakan satu dari empat strategi yang terdapat dalam gambar 2.6, yaitu:

1) Strategi peluncuran cepat (rapid skimming): Peluncuran produk baru dengan harga tinggi dan level promosi tinggi. Strategi ini dapat diterima dengan asumsi sebagian besar pasar potensial tidak menyadari produk itu, harga yang diminta, perusahaan menghadapi persaingan potensial dan untuk membangun preferensi merk.

2) Strategi peluncuran lambat (slow skimming): Peluncuran produk baru dengan harga tinggi dan sedikit promosi. Strategi ini bila ukuran pasar terbatas, sebagian besar sadar tentang produk itu, pembeli bersedia membayar harga tinggi, dan persaingan potensial belum mengancam.

3) Strategi penetrasi cepat (rapid-penetration): Peluncuran produk dengan harga rendah dan biaya promosi besar. Strategi ini cocok digunakan jika pasar tidak menyadari kehadiran produk, sebagian pembeli peka terhadap harga, terdapat persaingan potensial yang kuat, biaya produksi menurun sejalan dengan skala produksi dan pengalaman.

4) Strategi penetrasi lambat (slow-penetration): Peluncuran produk dengan harga rendah dan promosi rendah. Strategi ini bila pasar besar, mempunyai kesadaran yang tinggi tentang harga, dan terdapat beberapa persaingan potensial.

Gambar 1. Empat Strategi Pemasaran dalam Tahap Perkenalan



2 Strategi Pemasaran Tahap Pertumbuhan

Tahap ini ditandai dengan adanya peningkatan penjualan. Konsumen awal merasa senang dan konsumen berikutnya mulai membeli. Pesaing baru mulai memasuki pasar, harga bertahan atau sedikit turun, dan laba meningkat. Menurut Kotler (2009), sepanjang tahap pertumbuhan, perusahaan dapat menggunakan beberapa strategi untuk mempertahankan pertumbuhan pasar selama mungkin:

1) Meningkatkan kualitas produk, menambah ciri-ciri atau fitur-fitur produk, serta memperbaiki modelnya.

2) Menambah model baru dan produk penyerta (misal: produk dengan ukuran berbeda, rasa, dan sebagainya untuk melindungi produk utama).

3) Memasuki segmen pasar baru.

4) Meningkatkan cakupan dan memasuki saluran distribusi baru.

5) Beralih dari iklan yang membuat orang menyadari produk (product-awareness advertising) ke iklan yang membuat orang memilih produk tertentu (product-preference advertising).

6) Menurunkan harga untuk menarik lapisan berikutnya yang sensitif terhadap harga.

Dalam tahap pertumbuhan perusahaan yang melakukan strategi perluasan pasar yang akan memperkuat posisi persaingannya, tentu saja akan menambah biaya yang cukup besar. Perusahaan dalam tahap pertumbuhan akan menghadapi pilihan antara pangsa pasar yang besar dan keuntungan saat ini yang tinggi. Dengan mengeluarkan uang untuk peningkatan produk dan distribusi, perusahaan dapat menghadapi posisi yang dominan. Dengan kata lain, perusahaan akan melepaskan keuntungan saat ini untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar pada tahap berikutnya.

3. Strategi Pemasaran Tahap Kedewasaan

Pada suatu titik, tingkat pertumbuhan penjualan produk akan menurun dan produk akan m emasuki tahap kedewasaan relatif. Tahap ini biasanya berlangsung lebih lama dari tahap sebelumnya dan merupakan tantangan berat bagi manajer pemasaran. Kebanyakan produk berada pada tahap kedewasaan dari siklus hidup.

Menurut Kotler (2009) ada tiga fase kedewasaan, yaitu:

1) Fase kedewasaan bertumbuh (growth maturity): Tingkat pertumbuhan penjualan mulai menurun dan tidak ada saluran distribusi baru.

2) Fase kedewasaaan stabil (stable maturity): Penjualan datar atas dasar per kapita karena kejenuhan pasar, dan masa depan penjualan ditentukan oleh pertumbuhan populasi dan permintaan pengganti.

3) Fase kedewasaan menurun (decaying maturity): Penjualan menurun dan konsumen mulai beralih ke produk lain.

Kelebihan produk, persaingan sangat ketat, mereka membuat niche pasar, dan penurunan harga. Yang mendominasi adalah perusahaan kuat. Konsentrasi sumber daya mereka ada pada produk yang lebih menguntungkan dan pada produk baru.

Terdapat tiga cara bermanfaat yang mengubah jumlah pemakaian terhadap suatu merek (brand), yaitu:

1) Modifikasi pasar (market modification): dengan konsep menarik perhatian orang yang bukan pemakai, memasuki segmen pasar baru, dan merebut pelanggan pesaing.

2) Modifikasi produk (product modification): meningkatkan volume penjualan dengan cara memodifikasi karakteristik produk melalui peningkatan mutu produk, peningkatan ciri-ciri atau fitur-fitur produk, dan peningkatan model produk.

3) Modifikasi bauran pasar (marketing program modification): dengan diskon harga, distribusi, iklan, sales, personil penjualan (personal selling), dan pelayanan (services).


4. Strategi Pemasaran Tahap Penurunan

Penurunan bisa cepat atau lambat, karena alasan teknologi, pergeseran selera konsumen, dan meningkatnya persaingan. Mempertahankan produk adalah beban bagi perusahaan maupun karyawan. Menurut Arman dkk (2006) berikut adalah strategi bertahan dalam tahap penurunan yang tersedia untuk perusahaan yaitu:

1) Meningkatkan investasi perusahaan untuk mendominasi atau memperkuat posisi pasar.

2) Mempertahankan level investasi sampai ketidakpastian industri itu terselesaikan.

3) Mengurangi investasi secara selektif dengan melepas pelanggan yang tidak menguntungkan.

4) Menuai investasi untuk memulihkan kas secepatnya.

5) Melepas usaha secepat mungkin dengan menjual asetnya.

7. Menyusun Marketing plan

A. Buat Executive Summary

Untuk memastikan bahwa pihak-pihak yang bekerja sama dengan Anda mengerti tentang perusahaan Anda, pada marketing plan, Anda harus menjelaskan garis besar mengenai seluk beluk perusahaan yang Anda jalankan.

B. Tentukan Target Customer

Agar perusahaan Anda dapat memasarkan produk ataupun jasa yang ditawarkan kepada pelanggan dengan baik dan tepat sasran, Anda harus menentukan target customer pada marketing plan yang Anda susun. Semakin spesifik, maka semakin mudah juga untuk menarik perhatian target customer Anda. Anda juga dapat melakukan penelitian kecil seputar customer behavior yang tentunya akan berguna untuk menjalankan kegiatan marketing Anda.

C. Jelaskan Unique Selling Preposition (USP)

Paparkan secara seksama beberpa keunikan pada produk maupun jasa yang Anda tawarkan. Dengan USP yang produk maupun jasa yang diuraikan dalam marketing plan, Anda telah menyediakan pembanding produk dan jasa dari perusahaan Anda dengan competitor

D. Tetapkan Strategi Harga dan Positioning

Dengan USP dan target market yang telah Anda tentukan, Anda dapat menentukan ‘positioning’ yang tepat untuk produk maupun jasa yang Anda tawarkan dalam marketing plan Anda. Anda juga dapat menentukan range harga yang tepat untuk produk dan jasa yang Anda miliki sehingga dapat memberi image yang tepat untuk brand Anda.

E. Rencanakan Kegiatan Distribusi yang Jelas

Sesudah menentukan harga dan positioning serta perilaku konsumen pada tahap penentuan target customer, Anda dapat merencanakan kegiatan distribusi untuk menjual produk dan jasa Anda. Anda bisa memilih media berjualan ataupun kegiatan penjualan yang cocok untuk diterapkan pada produk dan jasa yang ditawarkan. Ini merupakan salah satu bagian dari marketing plan yang tidak boleh terlupakan

F. Tawarkan Apa yang Dapat Anda Berikan

Selain USP pada produk maupun jasa yang Anda tawarkan, Anda juga bisa memberikan penawaran lainnya kepada target customer maupun pelanggan lama Anda seperti voucher belanja, free trial, maupun paket dengan harga khusus. Dengan penawaran yang tercantum padamarketing plan Anda, Anda dapat merencanakan kapan penawaran tersebut dilakukan.

G. Buat Daftar Keperluan Marketing

Demi mengggapai angka penjualan yang tinggi, Anda harus memikirkan hal-hal apa saja yang akan dibutuhkan oleh tim pemasaran ketika menyusun marketing plan untuk memasarkan produk maupun jasa yang Anda miliki. Hal-hal yang umumnya dapat dijadikan untuk melakukan kegiatan marketing adalah website, brosur dan juga kartu nama.



Sumber :

http://joxyt.blogspot.com/2013/08/menjual-kegiatan-dasar-wirausaha_9.html

http://belajarilmukomputerdaninternet.blogspot.com/2013/07/kerangka-rencana-usaha.html

http://dasibisnis.blogspot.com/2011/10/rencanan-pemasaran-marketing-plan.html

http://inengahjuliana.blogspot.com/2014/09/normal-0-false-false-false-in-x-none-x.html

https://kasusmanajemen.wordpress.com/2011/09/02/strategi-pemasaran-untuk-setiap-tahapan-siklus-hidup-produk/

http://blog.sribu.com/2014/05/16/marketing-plan-detail-dan-bagaimana-membuatnya/