Tampilkan postingan dengan label sedikit coretan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sedikit coretan. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 April 2016

Mencintaimu

Kau datang dibulan ke-12, Saat musim penghujan. Saat hatiku gersang.

Kala itu, selain air yang menggenang akupun mendapati keindahan pada lensa mataku. Kau; sesosok tubuh yang awalnya biasa saja menjelma menjadi orang yang paling ku rindukan tiap detiknya. Entah seperti apa mulanya tapi yang kurasakan;
Suaramu, desah nafasmu, terdengar lebih merdu dari biasanya.
Wajahmu, parasmu, lebih indah dari hari sebelumnya.

Gila. Ya, kala itu aku memang sedang menggilaimu. Aku sedang dimabuk asmara oleh perhatian yang kau ramu. Entah apa komposisi tepatnya, tapi aku meyakini pasti ada setetes rindu yang kau sematkan, yang membuatku selalu ingin mengecapnya lagi dan lagi.

Secangkir kopi yang kuseduh dibawah guyuran hujan pun tak mampu menandingi hangatnya pelukmu. pelukan yang kau rajut dengan penuh kenyamanan. Kala itu, aku bisa apa selain mencintaimu ?

Minggu, 15 November 2015

Menunggu


kau mungkin sudah melupakanku, kau mungkin sudah tak lagi ingat kenangan kita bersama dulu, dan bahkan mingkin sekaramg kau sudah tak ingat bahwa ada aku yang dulu mati-matian mempertahanln mu,berjuang sendiri ditengah badai kemunfikan. yah, aku sendirian tanpa kamu tanpa perduli mu.
aku tak meminta mu untuk mengingat itu semua, sama sekali tidak. aku hanya ingin sedikit mengenang. mengenang kebersamaan kita. kita yang dulu yang pernah saling mencinta. saling merindukan dan saling berbagi mimpi. aku ingin mengenang jejak jejak kaki kita saat kita masih melangkah bersama dalam satu alur tujuan. manapaki likaliku rintangan,menjajaki kehidupan terindah.

kini jejek kaki kita telah usang dan memudar, tersamarkan debu-debu masalalu.
kamu,,, tidakkah kamu ingin menengok jejek kita itu. yah aku tau sekarang kau sedang menapaki jalan baru jalan yang kau pilih untuk hidup mu.

saat kau pergi meninggalkanku. saat aku harus melangkah tanpa jejak mu, saat aku harus berjuang melawan waktu sendirian, saat aku harus menyusuri tiap jalan tanpa hadirmu,genggamanmu. Hidupku terasa hampa. hidupku terasa kosong. hambar tak berasa. hanya hitam dan kelam yang selalu menari-nari dikehidupanku.
tapi disini aku masih menunggumu, mununggu jejakmu menghampiriku. menunggu kau kembali menggenggam tanganku, dan berjalan beriringan disampingku. aku disini masih menantimu, dalam kesendirianku, dalam remang yang memudarkan hadirku.

tapi mungkin kau tak akan lagi menghampiriku, karna jalanmu sudah terlampau jauh dari semestaku. kau tak tau arah menuju-ku, karna aku sudah tak nampak dari pelipis matamu. aku dikanan dan kau dikiri. aku utara dan kau selatan. mustahil untuk menemukan titik temu jejak kita. kita berbeda. kita tak sejalan. dan itu faktanya.
mungkin aku terlalu tolol untuk tetap menunggumu, menunggu sesuatu yang jauh dari jangkauanku. tak mengapa, biarkan semua ini aku dan kesendirianku yang menikmatinya

Senin, 11 Mei 2015

Are we okey ?

Are we okey ?
Are we okey ?
Are we okey ?
Tell me, Are we okey ?

Mengapa Semuanya terasa berbeda ?
Semuanya seperti sandiwara, seperti tak terjadi apa-apa. Why ??

Aku merasa kosong, rasa cinta ku pun mulai kosong. Entahlah, yang jelas aku tak lagi menperjuangkan kita. Karna bersamamu aku tak lagi bahagia. Hatiku sudah terlanjur kecewa. Setiap melihatmu dadaku terasa sesak, selalu teringat akan kejadian itu, kejadian yang cukup membuatku sulit bernafas. How could you ?

Aku tidak menyerah akan kita, aku hanya tidak lagi berharap tentang hubungan ini. Aku hanya berusaha mengikuti skema yang ada. Mungkin bisa dibilang my smile is fake, my happiness is fake, everything is fake coz' my heart so hurt, you breaking my turst, you breaking all.  How Could you ??

Bagai buah si malakama.
Aku belum siap kehilangannya, tapi aku juga sudah terlalu sakit dengannya.
Aku lelah,,
Aku lelah dengan perasaan seperti ini :'(

Yang terjadi yah terjadilah,,, apapun itu Insyaallah kuat :')

Jumat, 17 April 2015

Karena Mencintai Bukan Prihal Mudah

Sekarang aku mengerti mengapa banyak orang diluar sana yang lebih memilih dicintai dari pada mencintai, mengapa mereka lebih memilih diangungkan daripada mengagungkan. Dari kebanyakan mereka sudah pernah merasakan betapa sulitnya mencintai, betapa menyakitkanya mencintai, lebih-lebih pada cinta yang tak terbalas.

Yah, pada dasarnya mencintai bukanlah perkara mudah. Mencintai butuh energy ekstra. Tersakiti, kecewa, terluka, patah hati, itu hanya sebagian kecil yang akan kita rasakan ketika mencintai. Bahkan ada sebagian orang yang rela menghabisi dirinya karna tidak sanggup menahan sakitnya mencintai.

Tapi mengapa mencintai harus terluka, bukankah cinta itu lambang kebahagian ?

Ketika kita mencintai seseorang, berarti kita harus menerima masalalunya, menerima sikap dan sifat buruknya, menerima bagaimana jeleknya dia. Itu tidak mudah. Terkadang sikap dan sifatnya lah yang justru yang membuat kita tersakiti. Bagi mereka yang mencintai hal-hal buruk tersebut selalu berusaha ia maklumi meski jauh didasar hatinya mereka sangat terluka. Bagaimana perlakuan tidak adil yang selalu ia rasakan, bagaimana perasaannya terombang-ambing dipermainkan.

Mengapa mereka yang di cintai seperti "Tidak tahu diri" ?

Mereka, orang-orang yang merasa dicintai. Selalu merasa "akan selalu dicintai" sehingga mereka berprilaku semaunya, dalam pifirannya kesalahan yang ia perbuat pasti akan dimaklumi dan dimaafkan. Meraka berfikir kita (para pecinta) tidak akan pernah marah apalagi sampai pergi meninggalkannya.
Yah, meraka terlalu nyaman dengan rasa cinta yang kita beri. Mereka terlalu terbuai dengan kasih sayang yang kita curahkan setiap hari.
Mereka tidak menyadari, bahwa kita sedang berjuang sekuat tenaga untuk bisa membuatnya berbahagia. Mereka tidak menyadari betapa tegarnya kita untuk selalu tersenyum dengan perlakuan buruknya.

Tapi semua ada masanya. Seperti malam dan siang.
Ketika para pecinta berada pada titik terjenuh dari segalanya. Disaat itu mereka akan memulai melepaskannya. akan memulai hidup tanpanya. Dan perlahan menjauhinya.
Bukan karna mereka tidak sayang, meraka hanya ingin mencoba mencari kebahagiaannya sendiri, mereka mencari seseorang yang dapat mencintai. Karna mereka lelah. Meraka ingin merasakan bagaimana nikmatnya dicintai. Bagaimana rasanya diagungkan. Bagaimana rasanya diperjuangkan :')

Rabu, 01 Oktober 2014

Upik Abu--

Di manfaatin itu udah biasa. Dari lahir dari orok juga udah begitu. Disuruh ini itu gue ma iya-in aja. minta ini minta itu gue iya-in juga. bukannya baik tapi yahh gue ngga tega aja mau nolaknya. kalau ada yang kesusahan ngomong ke gue pasti sebisa mungkin gue bantu, bukan sok herois, otak gue udah ke meinset "kalau gue ada diposisi dia" so otomatis gue langsung kepikirin kalau gue yg lagi kesusahan pasti gue butuh bantuan. makannya gue bantuin mereka biar suatu saat pas gue kesusahan ada orang yang nolongin gue juga. meski kebanyakan gue sendiri yg diribetin mereka...

Kadang gue juga bingung sama diri gue sendiri. lebih mentingin orang dari pada diri sendiri.
pernah dulu waktu SMA ada temen yg minjem kalkulator. padahal gue juga lagi butuh kalkulator. bodohnya gue, gue pinjemin ke dia. yang ada di otak gue "mungkin dia lebih membutuhkan dari pada gue"-,-  yah fainally gue kesusahan+kebingungan+keteteran sendiri....

itu baru contoh kecil dari sekian banyak kejadian2 konyol yg gue lakuin. And you know, itu berlanjut sampai sekarang *tear*

But Know gue lagi mencoba buat sedikit egois. bukan egois yg kebanyakan. tapi egois buat ngga bikin diri sendiri susah. harus ngilangin sifat yang "ngga tegaan" ituu... ngga ngilangin juga sihh cumaa ngurangin-,-

kadang-kadang gue ngerasa hidup gue itu kaya lagi -meranin- si upik abu. protagonis!! hidupnyaa melow!! Tetindas!! banyak drama!! bedanya kalau upik abu Happy Ending, kalau gue ngga ber-Ending2- chaaahh------

Yaaa Apapun peran yang udah  tuhan kasih ke gue di dunia ini, bisa gue jalanin dengan sebaik-baiknya. Amiiin O:)

Senin, 22 September 2014

Naaaa

Pernah kefikir ngga sih, orang yg dulu kita yakini sebagai pendamping hidup tapi pada kenyataanya kita melihat dia di pelaminan bersanding dengan yang lain.
itu yg gue rasain. sakit hati, nyesek atau apalah sih sebenernyaa engga. toh gue udah move on. cuma yaah rada miris ajaa.. inget perjuangan kita buat sama2 dulu. perjuangan buat dapetin restu. perjuangan buat masadepan kita. perjuangan-perjuangan yang bikin kita makin nyatu. tapi yah namanyaa takdir siapa yang tau :)
kadang yang kita perjuangin mati-matian belum tentu yg ditakdirkan.

gue takut sih dia ngga bahagia. gue tau dia lebih dari siapapun. bahkan dari calon istrinyaa sendiri. gue tau dia tertekan tapi yahh itukan pilihan dia.. dia yang milih buat hidup kaya gini.
semoga aja sih feeling gue salah. semoga lo bahagia. kaya gue sekarang yg udah lumayan bahagia. lo bahagia sama pilihan lo. gue bahagia sama pilihan gue. amiiiiiiiin 0:)

Sabtu, 20 September 2014

Cuplikan

Dibilang sayang. Banget!
Dibilang cinta. Banget!
Dibilang kesel, juga banget!!

ya itu lah dia. manusia kesayangan. yang udah bikin hidup gue berwarna, yang udah bikin gue labih menghargai arti dari setiap detiknya. gue sama doi udah hampir 10 bulan, masih seumur jagung sih tapi berasa udah lamaaaaaaa banget. yah maklum, efek keseringan ketemu kali yaa-,-
dalam hubungan gue sama doi banyakk lika-liku, tanjakan, turunan, gunung-gunung, sampe tebing-tebingnyaa. ngga kebayangkan tuh ribetnya gimnaa?! tapi kita fun. kita punya cara tersendiri (yang pasti anti maintstream lah) buat nyelesaiin permasalahan kita. tapi herannya gue ko bisa nurut banget sama doi, padahalkan gue yg lebih tua. harusnyaa dia yg nuruutt bukan gue!! hhfff emang dasar berondong sih yaah jadi pingiinnya dimanja-manja terus gitu.. khyyyyaaa =))

btw, kita sehobby loh. hobby bete. hobby kesel. hobby ngambek. hobby marah. hobby cemburu. sampe hobby kata-kataan. hahaha dasar kingkong amazoonn...

yah itulah kita. ngga perlu muluk-muluk pacaran kaya orang lain,  cukup jadi diri kita sendiri. yang penting kita seneng. kita havefun. dan kita menikmati.
persetan sama omongan orang yang katanya kita begini kita begitu. gue enjoy. dan gue bahagia sama dia. itu yang penting!!! 3:3:3

Minggu, 29 Juni 2014

FAKE SMILE :')

Bukan sembunyi dari kenyataan. Aku hanya mencoba sedikit menghibur diri yang mungkin sudah tak ada lagi nyawa di dalamnya. Bukan membohongi hati. Aku hanya mencoba membuatnya terlihat baik-baik saja.

Aku kecewa. Aku sakit. Aku murka. Aku muak. Aku cape. Aku lelah. Aku... Akuu ingin berhenti. Aku ingin menyudahi permainan Tuhan ini. Ini yang aku rasakan, ini yang aku keluhkan. Tapi bukan ini yang aku tunjukan. Bukan ini yang aku perlihatkan pada kalian. Yah, karna  kusembunyikan segalanya dalam senyumku. Ku tutupi ini semua dengan FAKE SMILE-ku. Fake smile yang menjadi topeng dari segala permasalahan didalam hatiku.

Lelah rasanya harus selalu tersenyum dan menganggap seolah *tidak ada apa-apa* dihadapan mu, dihadapan kalian semua. Lelah rasanya harus selalu bersembunyi dari keluh kesah yang perlahan mencekekku. Lelah rasanya harus berpura-pura tegar ketika hati sedang benar-benar terluka.

Tuhan, aku lelah hidup dalam kepura-puraan ini. Sesekali ingin rasanya beristirahat sejenak, menyandarkan kepala, dan melupakan segalanya.
Aku tak sekuat dan setegar yang kalian lihat. Aku tak sebaik dan tak se-Ora popo-nya dihadapan kalian.Aku rapuh, rapuh serapuh-rapuhnya.  Hanya saja aku tak ingin kalian mengasihaniku dengan ucapan 'Sabar'. Toh itu tidak akan merubah segalanya.

Biarlah, biar ini aku saja yang merasakanya. Biar ini aku saja yang memikulnya. Jika aku sudah terlampau letih biarlah Tuhan yang memberhentikannya :')

Kamis, 22 Mei 2014

Berjanjilah untuk tidak meninggalkanku :')

Aku merenung di kediaman sepi, mencoba menerawang tentang apa yang akhir-akhir ini terjadi. Suatu peristiwa yang tidak kita ingini namun sering terjadi berulang-ulang kali. Ada apa denganku ? Ada apa denganmu ? Ada  apa dengan kita; dan hubungan ini ? Apa yang salah ? Dimana letak kesalahannya ?

Aku pun bingung dengan diriku. Bingung dengan keadaan yang menuntutku menjadi seperti ini. Menjadi monster amarah yang tak terkendali. Melampiaskan kekesalan yang entah tertuju pada siapa.
Aku hanya bisa marah tanpa tau penyebabnya.

Maaf, aku tak bisa menjadi sosok yang kau idam-idamkan. Aku tak bisa mengerti apa yang kau inginkan. Aku tak bisa memahami apa yang kau maksudkan. Aku terlalu egois untuk memintamu lebih dan lebih. Aku selalu membandingkanmu dengan dia yang tak seharusnya ku ingat lagi. Aku tak pernah bersyukur dengan apa yang telah kudapatkan saat ini.
Mungkin karna aku takut merasakan kecewa lagi.

Aku kini menyadari. Cintamu lah yang terbaik.

Akan ku coba untuk lebih memahamimu. Akan ku coba untuk lebih mengerti kamu.

Jangan pernah berubah, tetaplah menjadi pangeran terbaikku. Tetaplah menjadi teman disisa-sisa umurku.
Tetap disini, genggam tangan ini, dan berjalanlah disampingku.
Dan Berjanjilah untuk tidak meninggalkanku, disaat aku sedang benar-benar mencintaimu.

Aku ingin kita selamanya. Aku ingin kita menjadi satu di rumah sederhana keluarga kecil kita nanti berada.

Sekali lagi maafkan aku.

Aku mencintaimu. Dan akan selamanya begitu.
I LOVE YOU BII :* :* :* :3

Sabtu, 26 Oktober 2013

Cepucuk Surat Untukmu yang Ku Rindukan (Mantan)

   Hey... kau yang yang kucinta, kau yang dulu pernah menjadi bagian dari masalaluku, yang pernah mengukir hari-hari indah di hidupku, Apakabar ??
aku berharap kau baik-baik saja disana, seperti keadaanku yang baik-baik saja disini.

ohya, bagaimana kabar penggantiku ?? apa dia setolol aku yang rela membutakan rasa untuk menukarkan bahagia dengan derita untuk mu, apa dia setegar aku yang tetap kokoh berdiri meski bertubi-tubi kau hujani cacian,kekecewaan tanpa henti dari perilakumu ?

emm.. aku rasa dia tidak lebih kuat dariku dia hanya jauh lebih beruntung dariku. karna dia bisa memilikimu, menjadi calon pendamping di hidupmu, menjadi seseorang yang kau pilih untuk menggeser posisiku. yah betapa beruntungnya dia, jujur aku iri padanya..

kadang aku berkhayal 'andai aku berada diposisinya', tapi rasanya itu tidak mungkin, karna takdir tak berpihak padaku, padamu dan pada kita. takdir berpihak padanya yang memusnahkan pondasi-pondasi rasa yang telah susah payah kubangun dengan tanah dusta,batu kecewa, dan kucuran peluh air mata.

kadang aku juga merasa teradili pada sesuatu yang seharusnya aku miliki. menerima hukuman dari kesalahan yang tidak pernah sama sekali aku lakukan. Miris, tapi inilah takdir. dimana realitas tak pernah sejalan dengan logika.

aku hanya berharap dia akan menjadi pendamping terbaik bagimu, yang mau berbagi suka denganmu, menerima duka dari segala keluh kesahmu.

aku terlalu takut untuk menerima suatu kenyataan bahwa kau terluka, aku tak kan sanggup dan tak akan merelakan itu. aku terlalu khawatir untuk melihatmu bersedih, bagaimanapun kau tetap menjadi seseorang yang aku cintai. hingga nanti...

satu lagi yang ingin ku tanyakan, bagaimana kabar permasalahan yang sering membelilit fikiranmu ?? aah, tiba-tiba aku merindukan keluhan-keluhanmu saat itu. saat kau menangis, saat kau kalut dan saat kau bimbang.

sayang,,, sabarlah untuk beberapa waktu, karna bahagia pasti akan segera menyelimutimu :) aku sudah berkorban demi kebahagianmu itu. menjadikan tumbal dari permasalahan itu. jadi tak ada yang perlu kau khawatirkan lagi.

ups maaf telah lancang memanggilmu sayang, mungkin karna lidahku masih belum menerima kenyataan pahit 1 tahun yang lalu.

oh iyaa..

terimakasih yah atas waktu dua tahunnya
terimakasih atas pengorbanaannya
terimakasih atas usahanya untuk selalu membuat ku bahagia, meski hanya sesaat
terimakasih atas segalanya...

Jaga dirimu baik-baik, jangan nakal dan selalu jaga kesehatan. satu pesanku, sayangi dia yang telah menjadi calon partner hidupmu.

lupakan aku seperti aku yang selalu berusaha melupakanmu dalam lelapku.


Dari yang selalu mencintaimu....