Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 Oktober 2016

Ada Rindu di Kotabaru

Ada rindu di kotabaru
Dibawah rindangnya pohon waru
Ditepi siring berlautkan biru

ada harapku dan resahmu disitu
duduk menjuntaikan sepatu
bercerita tentang getirnya pilu

Ada tawa kita yang berseteru
Sisa bahagia malam sabtu
Saat kamu buat pipiku bersemu

Kotabaru,
Pulau nano-nanoku yang mulai berdebu
Tertutup remahan tentang kamu
Tentang masalalu

Bisakah aku menilik barang sedetik ?
Agaknya disitu ada sisa kenangan
Yang belum sempat
Aku petik

Senin, 04 April 2016

Mencintaimu

Kau datang dibulan ke-12, Saat musim penghujan. Saat hatiku gersang.

Kala itu, selain air yang menggenang akupun mendapati keindahan pada lensa mataku. Kau; sesosok tubuh yang awalnya biasa saja menjelma menjadi orang yang paling ku rindukan tiap detiknya. Entah seperti apa mulanya tapi yang kurasakan;
Suaramu, desah nafasmu, terdengar lebih merdu dari biasanya.
Wajahmu, parasmu, lebih indah dari hari sebelumnya.

Gila. Ya, kala itu aku memang sedang menggilaimu. Aku sedang dimabuk asmara oleh perhatian yang kau ramu. Entah apa komposisi tepatnya, tapi aku meyakini pasti ada setetes rindu yang kau sematkan, yang membuatku selalu ingin mengecapnya lagi dan lagi.

Secangkir kopi yang kuseduh dibawah guyuran hujan pun tak mampu menandingi hangatnya pelukmu. pelukan yang kau rajut dengan penuh kenyamanan. Kala itu, aku bisa apa selain mencintaimu ?

Selasa, 12 November 2013

Makhluk Jalang

Aku makluk Jalang yang lupa akan keberadaan Tuhan
Aku makluk Ternista yang penuh akan Dosa-Dosa

Masihkah pantas aku bermimpi tentang nirwana
Sedang tubuhku berada dalam jalur nestapa

Masihkah pantas aku menyebut nama-Nya
Sedang Lidahku kelu bermandikan dusta

Aku malu pada-Mu Tuhan
Karna hidupku tak ubahnya seekor Hewan
Berlari-lari mencari kesenangan
Tanpa menutupi apa yang menjadi kewajiban

Kau dan Perjuanganku

Lagi-lagi aku terbayang 
Tentang sesuatu yang ku harap segera menghilang
Lagi-lagi aku terngiang
Sura halus yang selalu menyusup dikala petang

Mengapa ?
Bukankah aku sedang berusah untuk tidak mengenang
Mencoba menata perjalan yang kurasa masih cukup panjang

Tapi masihkah ada harapan ?
Ketika langkah pun mulai terasa goyah
Terlalu letih menapaki beban hati yang terkoyah,
Terenyah

Aku lelah,
Jangan lagi kau buat ku menengadah
Meminta iba dari semua keluh kesah

Sudahlah,
Cinta bukan tentang kenangan
Tapi tentang kebahagian di ujung jalan
Tentang senyuman yang terukir di akhir perjuangan

Jumat, 01 November 2013

Di Batas Senja

Di batas senja, aku mematung berdiam diri
Memandangi serpihan hati yang tercecer tanpa tepi
Teraliri darah luka bekas sayatan sayatan belati

Bulir-bulir keruh air mata jatuh luruh bersama derita
mengeruak kedalam dasar jiwa tak berongga
mengiringi kesunyian yang kunikmati walau sendiri,
tanpa arti

Senja telah tergantikan oleh kelamnya malam
seperti bahagiaku yang terkikis terhapus kelam

Ku lempar pandang menatap bintang
Mencari celah keadilan pada pekat melintang
Kerlingan sinarnya perlahan redup menghilang
Berbaur dengan perih yang kian menerjang

Apa kabarnya pagi 
Sudah lama ku tak menyapanya
Belenggu derita terlalu lama mengungkungku dalam kecewa
Hingga ku lupa pada segarnya titisan embun penyegar dahaga cinta










Jumat, 25 Oktober 2013

tanpa judul

menatap sayu
meratap sendu
mengerling rindu

terhempas pada lorong waktu
tersudut di pojok pilu

Lelah
menapaki listas khayal takbertepi
Letih
menjajaki pondasi hidup penuh duri

sedang enggan menyapa malam
yg terlalu asik mencumbu bintang
sedang enggan mengusik kelam
yg terlalu sibuk mendialogkan petang

Lalu pada siapa raga berbagi
ketika embun tak lagi murni
ombak tak lagi bernyanyi
dedaunanpun tak lagi menari

hanya sesekali terdengar
helaan nafas membisik tegar
mengalunkan elegi penuh ritme Sabar



Kamis, 24 Oktober 2013

Hening

Hening
Tak ada kata, tak ada suara
Tak ada nada, tak ada lagu pelipur lara
Tak ada mata, tak ada lawan bicara

Hening
Semua kata telah mati
Semua nada telah pergi
Semua mata telah berlari

Hening
Tertinggal diri yg mematung
Tertinggal hati yg mengantung
Tertinggal harapan yg tak berujung

Hening
Tancapkan randu
Tancapkan paku
Tancapkan sembilu

Hening
Kedapkan jeritan hati
Lenyapkan rintihan nurani
Musnahkan harga dalam diri

Hening
Gambaran malam yg mencekam
Irisan lara yang menghujam
Bak maut yg sedang mengancam

Hening
Hening
Hening

Ilusi Cinta

pancaran itu semakin jelas terlihat
bayangan itu semakin jelas teraba
inci demi inci semakin terasa ada

  semu telah berubah menjadi nyata
  pekat telah berubah menjadi warna
  seperti kanfas kosong yang mulai
  terlukis garis-garis dunia

sosok malaikat tanpa sayap
datang mendekat merayap
mengisi suara hati penuh senyap
hilangkan kekosongan yg menderap

  tanpa kata tanpa suara
  tanpa nada tanpa aba-aba
  kau singgah begitu saja
  inikah cinta? atau hanya ilusi ku semata....

Negeri Tak Bertuan

Bagai terhempas kenegeri antah berantah
Jauh dari sudut pandang kehidupan
Tenggelam dalam laut kebisingan
Terkepung syair-syair penuh kepalsuan

Sederet nada membuas dalam kebingungan
Wajah-wajah sendu tak terlukiskan
Penuh dusta
Penuh sandiwara

Derit-derit langkah kaki
Semakin jelas
Semakin bringas
Berlarikah kau kawan ?
Atau hanya mencoba menjauh
dari negeri tak bertuan

Jeritan Lara

entah mengapa semua terasa hambar..
pelangi hidupku seakan memudar..
hati yg dulu selalu berdebar-debar..
kini tak mampu lagi untuk bergetar..

degup jantung yg memburu..
berubah menjadi tatapan sendu..

miris...
ketika hidup tak lagi terasa manis
perih..
ketika kenyataan tak mampu berkemih
pilu..
ketika hati mati dan membeku

sayatan lara yg mulai mengering
ternganga lebar oleh tajamnya taring
mengais-ngais ranting-ranting kering
bagai biduk lemah terbaring

haruskah ku teriakkan pada semesta
jika hidupku tak pernah indah seperti mereka
haruskah ku adukan pada jagat raya
jika batinku selalu tersiksa penuh luka

Lentera

Redup terang cahayamu
Menelusup sendu dalam remang rindu
Terseok-seok menerangi celah keheningan malam
Melawan angin yang berbisik menggelitik usik

Inci per inci biasmu mencoba menyapa isi ruang pengap ini
Menegur sapa meski lelah menerka tanpa kira
Dengan sisa-sisa cahaya
Kau tergopoh menelan senyap tak berima

Bertahan hidup
meski alam memaksamu padam
Berusaha tegar
meski malam mengungkungmu dalam suram

Kini, sinarmu tak lagi jingga
Mungkin luruh termakan usia
atau lenyap terkikis kecewa...

Selasa, 01 Oktober 2013

Diujung Malam

Diujung malam aku bertanya
masihkah cinta berselimut dusta
mengalir, bersembunyi di balik air
penuh kepalsuan

sajak-sajak cinta
seakan hanya kiasaan saja
bukan rasa yang bermain
tapi kemunafikan yang memimpin

gamang, berjalan di ambang kepalsuan
meliuk-liuk mengikuti hembusan angin
menderita perih dalam luka batin

senyum manja berparas sendu
pun merindu hanya bisa
menyisakan pilu

Jumat, 01 Maret 2013

Kenangan

Di sudut ruang
Menjadi saksi bisu kisah kita
Tertawa, bahagia penuh canda
Menangis, terluka penuh duka
          Dinding menatap
          Langit-langit mendekap
          Hangat tanpa asap
          Dingin tak merayap
Halus suara nafas mu
Mendesah lirih teriakan ku
Kita tak ingin menyatu
Tapi nurani terus menggebu
          Terasanyaman dalam peluk mu
          Terlelap indah dalam mimpi ku
          Namun gambar menampar hati ku
           Terpampang wajahmu yang sedang mengkhianati ku
Itu hanya masa lalu
Kata mu untuk meyakinkan ku
Hati terasa pilu
Ku coba untuk memaafkan mu
          Kasiih.....
          sandiwaramu begitu indah
          Menari dalam kepura-puraan
          Mencari celah setiap kelemahan
Kau dekap
Namun dalam diam kau tikam
Kau puja
Namun dalam hati kau dusta

Minggu, 24 Februari 2013

Tersudut Pilu

Mentari singgah di ufuk timur
Menyambut pagi tanpa tegur
Menggantikan malam yang terlelap tidur
Dengan bangga ku ucapkan rasa syukur
          Sinarnya tak begitu menyengat
          Karna hujan baru saja lewat
          Senyap-senyap ku tatap lekat
          Pancaran mentari yang tampak pucat
Cuitan burung begitu merdu
Bagai ocehan komandan pada serdadu
Menggelantung awan di langit biru
Biru kelam karna merindu
          Aku terdiam tersudut pilu
          Menanti jawaban meski satu
          Ku tengok kanan tak membantu
          Di belakang pun turut menunggu
Waktu terus bergulir
Otak ku tak mampu lagi berfikir
Bagai air sungai yang mengalir
Aku pasrah akan datang nya takdir

Sabtu, 23 Februari 2013

Sejenak

Tak terpungkiri
Hati ini masih seutuhnya milik mu
Tak terpungkiri
Rasa ini masih sepunuhnya pada mu
Sekuat apapun aku mencoba menghapusnya
Tak pernah ada hasil yang ku dapat
Selalu dan selalu gagal
selalu dan selalu saja sia-sia

Bagaimana mungkin aku bisa melupakan mu
Untuk membencimu saja aku tak sanggup

Walau kau telah pergi dari ku
Dan hidup bahagia dengan  nya
Namun perasaan ini masih tertinggal disini
Dihati ini...

Bayang mu,senyum mu, dan hangatnya peluk mu
Masih terlukis jelas dalam ingatan ku
Tak sedikitpun beringsut pergi
Bersama dengan kepergian mu
Dia akan tetap tinggal
dan mungkin akan selamanya tertinggal
Entah sampai kapan...
Setahun ?
Sewindu ?
Bahkan seabad pun aku tak tau
Yang aku tau "aku mencintai mu"

Kau selalu hadir di setiap malam ku
Mengusik rindu dalam lelap ku
Memeluk ku, mencium ku...
Aku bahagia..
Walau hanya sejenak
Sejenak dalam lamun ku
Sejenak dalam kebodohan ku

Biarkan aku hidup bersama lukisan masam lalu
Biarkan aku berkhayal tentang pangeran pujaan ku
Karna hanya di masa itu aku merasakan bahagia
Karna hanya di masa itu aku masih bisa merasakan
hangatnya peluk mu
Peluk yang sekarang bukan lagi  milik ku

Tak mengapa
Aku takkan meminta lebih
Dan takkan pernah memintamu untuk kembali disini
Hanya melihat seulas senyuman mu
Itu sudah lebih dari cukup untuk ku :')


Malam Tanpa Bintang

Rintik hujan datang lagi
Mengguyur sepi dalam hati
Irama yang selalu ku nanti
Bagai penawaran di kala sunyi

Gemercik alunannya 
Membisikkan rindu dalam jiwa
Samar-samar terdengar 
Jeritan malam menggelegar

Hembusan dingin nafasnya
Menyusup masuk tanpa oksida
Erat melekat dalam raga
Meringkuk diri tak berdaya

Bintang menghilang
Tertutup awan yang melintang
Sinar yang terang
Redup tak terpandang

Ranting tak sanggup menahan
Satu demi satu daun berguguran
Tergeletak liar di pelataran
Bak cinta ku yang terlupakan

Senin, 11 Februari 2013

Kala Senja Menyapa



kala senja menyapa
terpampang elok sinar senja
menari riang sang burung kecil
kembali pulang dari perburuannya

gemuruh ombak melantunkan sebuah nada
nada getir penuh makna
entah apa yg tersirat
seperti meronta tak berkulat

anginpun seolah mengerti
menyentuh lembut celah celah kenari
semilirnya tak kunjung pergi
karna ia ingin selalu menemani
tiap derap langkah usang 
sii pemilik kaki renta ini

senja perlahan pergi
tersisa malam dengan hitamnya yg pekat
tanpa bintang tanpa rembulan
tanpa tujuan  tanpa harapan 
hanya sang kunang yg sesekali menyinari
di atas kesenyapan laut biru yg ku singgahi ini




Senin, 30 April 2012

If You Like Me


Jika kau adalah aku
Kau akan mengerti apa yang slama ini
aku rasakanakan
kau akan mengerti apa yang slama ini
aku keluhkan
mengerti yang aku inginkan
mengerti yang aku impikan

Jika kau seperti aku
kau akan bisa sedikit menghargai
perasaan ku
kau akan bisa sedikit menghargai
keluh kesah ku
sedikit mengerti derita ku,luka ku dan kecewa ku

Tapi kau bukan aku,
Kau tidak seperti aku,
Kau adalah Kau,
yang tidak akan pernah tau tentang semua itu
yang tidak akan pernah tau tentang hancurnya hidup ku
perasaan ku,kecewa ku dan derita ku

Walau begitu
aku berharap,suatu saat nanti kau akan mengerti
bahwa ada aku disini yang terluka
dan sangat membutuhkan pertolongan mu





Rabu, 25 April 2012

Malaikat Kecil..

Mengenal mu adalah anugrah
Mencintai dan Merindukan mu itu anugrah
Memikirkan mu, Memimpikan mu
Semuanya anugrah

Kau lah malaikat kecil
Yang tuhan titipkan sejenak untuk ku
Sejenak untuk menghibur ku
Sejenak untuk membuat seulas senyum di bibir ku

Tapi Sejenak telah usai
dan berganti dengan kata SELAMANYA
Tuhan telah menjemput malaikat kecil-Nya
Yang ia titipkan untuk ku

Kini aku sendiri
Meratapi nasib tanpa henti
Mengingat tentang masa indah ku
Ketika malaikat itu masih bersama ku

Sekarang aku benar-benar merindu
Merindu malaikat kecil itu
Yang dulu selalu membuat ku tertawa
Selalu Membuat ku bahagia

Merindu sangatlah menyiksa
Ku harus hidup di hantui bayangan-bayangan semu
Bayangan-bayangan wajah malaikat itu
Malaikat yang selalu aku rindu

Tuhan,
Bisakah kau berikan malaikat itu untuk ku ?
Bukan menitipkan nya tetapi memberikan nya
Karna aku sayang malaikat kecil mu Tuhan