Rabu, 14 Oktober 2015

DARI BALIK JENDELA



“ada yang bisa saya bantu nona ?” sapa sang pelayan ramah menyambut kedatangan ku
“saya sedang mencari  Wuthering Heights nya Emily Bronte cetakan 2011. Ada ?”
“akan saya carikan, mohon tunggu sebentar.” Sang pelayan pun berlalu meninggalkanku.


kembali kutelusuri lorong-lorong toko buku mungil ini. Tak ku biarkan pandanganku lepas dari buku-buku yang tersusun rapi dalam rak, seakan aku bisa mendengar teriakan-teriakan mereka yang memanggil namaku memohon untuk segera menggapai dan membuka tiap-tiap lembarannya. Ah, aku makin bisa gila jika berlama-lama disini.


“maaf nona, buku yang anda cari sudah tidak di terbitkan lagi. Mungkin anda bisa mendapatkannya di toko buku-buku bekas yang ada diujung  seberang  jalan ini” tiba-tiba suara pelayan  mengagetkanku yang sedak asik berseluncur dengan hayalan-hayalan fantasi ku.
“Oh,Baik lah terimakasih”   Dengan wajah kecewa ku langkahkan kaki  keluar dari toko buku mungil ini.

Ku hembuska nafas panjang “ huuuuh.” “ harus mencari kemana lagi, ini sudah toko buku terakhir yang aku kunjungi” . ku dongakkan kepalaku keatas, kutatap langit biru yang dihiasi awan-awan kecil dengan bongkahan matahari yang bersinar terik membakar kulit tiap-tiap insan yang berada dalam radar pancaranya.

“aw!” pekikku secara tiba-tiba. Kurasakan tubuhku terhempas beberapa kaki dari tempat berdiriku semula. Ada sesuatu yang besar yang menghujamku dari arah belakang. Entah apa yang jelas itu sangat menyakitkan.
“maaf nona, saya tidak bermaksud menabrak anda. Saya sedang terburu-buru. Saya tidak menyadari keberadaan anda disini”

ku putar arah tubuhku menghadap sumber suara itu.
Deg. Seketika waktu terasa berhenti. Jantungku pun terasa ikut berhenti. siapa dia ? malaikat kah ? kenapa wajahnya begitu rupawan ? bersinar.

“nona, anda tidak papa ?”  di kibas-kibaskan tangannya di depan wajahku.
Aku tersadar.

“oh, maaf. Ah, iya saya baik-baik saja” lidahku seketika kelu, mengapa ? apa yang terjadi ? mengapa aku begini ?
“syukurlah. Sekali lagi saya minta maaf nona,” sapanya sembari membungkukkan badannya. Dan berlalu.

Dia berlalu melewatiku. Berjalan dengan langkah yang terburu-buru. Dengan ransel dipunggungnya dan sebuah kamera tergantung dilehernya.

Mungkin dia seorang jurnalis atau photograper yang sedang berburu moment-moment terbaru untuk di abadikan. Tapi dimataku dia tetep menduduki posisi malaikat. Malaikat yang aku yakin tuhan kirimkan untukku. Yah begitulah kira-kira inginku.

Sudah seminggu sejak pertemuan ku dengannya didepan toko buku mungil itu.
Dan sejak itu pula hari-hariku menjadi terasa berbeda. Wajah rupawannya selalu menyapaku di setiap saat. Entah sudah berapa lembar klise wajahnya yang sudah aku gambar. Yah, inilah kegiatan sehari-hariku sekarang.
Ah. Andai aku bisa bertemu lagi dengannya.

Waktu menunjukkan pukul 15.00 wib.
Aku bangkit dari kursi kerjaku. Melangkahkan kaki dengan gontai menuju dapur. Perutku terasa perih. Mungkin cacing-cacing dalam perutku sudah meronta meminta jatah yang seharusnya sudah iya dapatkatkan sejak 7 jam yang lalu. Kubuka pintu lemari es dengan perlahan.
Shit!
Persediaan makananku sudah habis. Hanya tersisa sebotol air mineral dan sepotong ayam kecil yang itupun sudah entah dari jaman kapan aku membelinya.
Dengan malas ku ambil sweter dan dompet di atas meja kerja.Namun ketika hendak melangkah aku terkejut, tidak percaya dengan apa yang ku saksikan sekarang.  Tamparan-tamparan kecil ku daratkan dipipiku. Hanya sekedar ingin membuktikan bahwa yang kulihat bukanlah mimpi, ini nyata. Sungguh!

Tak sedetikpun tatapanku kulepas dari balik jendela. Tubuhku mematung. Tak berniat sedikitpun untuk kugerakkan.
Malaikatku.
Ternyata disitu rupanya kau tinggal. di apartemen sebelah di lantai yang sama denganku. Kamarku dan kamurmu berhadapan . takdirkah ini ?

Sekarang Dari balik jendela ini aku bisa melihatmu setiap hari. Setiap kau membuka tirai jendela membuatku leluasa mengamatimu. Melihat keseharianmu. Dan kegiatan-kegiatan yang bahkan orang lain tidak tau.


Sudah hampir setahun aku meneropong mu. Mengikuti perkembangan hidupmu. Hingga sudah terekam jelas di otak ku jadwal-jadwal sehari-harimu.

Aku selalu melihatmu disini. Memandangmu secara sembunyi. Jarak menjadi pembatas di antara kita. Kau yang cerianya berbincang di sana dan aku yang selalu bahagia, tersenyum melihat tingkahmu disini.
Sadarkah kau ada sepasang mata yang selalu memerhatikankmu. Melihatmu dalam sembunyi. Selalu mengagumimu dalam hati.

Jendela ini adalah saksi. Ruangan ini adalah sahabatku. Tempat aku berbagi segala perasaanku padamu. Jika ada pengadilan yang mempertanyakan perasaanku. Mereka dengan setia akan bungkam dari bermacam pertanyaan. Karena mereka tau, perasaan ini akan jauh lebih istimewa bila kau tidak mengetahuinya. Aku mengagumimu mungkin tanpa bisa memilikimu.

Aku selalu ingin memelukmu dan menemanimu ketika kau harus bertempur dengan tugas-tugasmu dari balik layar komputermu. Kau terlihat sangat kelelahan.
Aku ingin menyambut pagimu dengan kopi hangat dan roti bakar kesukaanmu. Aku tak tega melihatmu harus menyiapkannya seorang diri ditengah kesibukanmu.
Aku ingin menyanyikan lagu penghantar tidur dimalam mu agar kau bisa tidur dengan nyenyak tanpa memperdulikan tugas yang mebuntutimu setiap hari.

Pada jendela ini, entah berapa ratus kali aku memandangmu dan bermain-main dalam ilusiku. Membayangkan yang berbincang-bincang dan bercanda itu adalah aku. Betapa bahagianya. Namun aku pengecut, hanya mampu memandangmu di balik kaca ini.

Dan lagi, Dari balik jendela Aku melihatmu hari ini. Indah seperti biasa. Mengenakan kemeja biru dan jins hitam yang menjadi warna faforitmu.

Tiga tahun berlalu, malaikatku. Kau tetap satu-satunya lelaki yang membuatku sabar dan tetap menunggu. Menunggu kau melihat keberadaanku

Mereka bilang mustahil. Barangkali ada benarnya.

Tapi bukankah Tuhan adalah tempat bagi semua kemustahilan ?
Maka dalam diam harapan kujahit. Suatu hari aku akan di sisimu, saat matahari terbit.

Aku tidak menyalahkan jika tak ada yang percaya bagaimana aku sebagai wanita yang memiliki kebutuhan bisa tetap sendiri dan tidak tergoda macam-macam.

Kesalahan mereka adalah mengira aku sendiri. Mereka tidak memahami wajahmu yang menyapaku setiap pagi di komputerku. Mereka tidak melihat fotomu yang terselip di dompetku, meski lusuh dan berukuran sangat kecil.Maafkan aku mengambilnya tanpa meminta. Mereka juga tidak tahu sosokmu yang terlukis di dalam hati dan tak pernah pudar, meski bertahu-tahun telah berlalu.

Dari jauh kulihat engkau bahagia dengan kehidupanmu. Itu membuatku senang, meski di satu sisi menorehkan luka.

Untunglah,
Pada malam-malam, engkau milikku.
Meski dalam mimpi yang kata orang semu.


Karna pada dunia nyata. Kau milik mereka. Milik orang-orang disekitarmu yang juga memperdulikanmu.

Dan...
Hari ini adalah hari pernikahanmu. Hari bahagiamu. Hari yang kau tunggu-tunggu semasa hidupmu.
aku terut bahagia,


Kau terlihat tampan dengan jas abu-abu itu. Wanitamu juga terlihat begitu cantik dibalut gaun putih hasil desainmu sendiri. Betapa beruntungnya dia bisa bersanding denganmu dipelaminan itu.
Aku ingin hadir dipesta suka citamu. Tapi kau tak mengundangku. 
Mengundang ku ? Haha, Lucu. Kau bahkan tak mengenalku. 

Biarlah. Aku lebih senang memandangmu dari sini. Di tempat biasa. Di balik jendela.
Jangan khawatir. Aku takkan menangis. Justru akan ku berikan senyum termanis ku untuk mu.

Terimakasih Tuhan, kau telah hadirkan satu cinta yang abadi. Yang akan kunikmati sendiri. Dalam diam rasaku takkan pernah mati. Meski terkikis waktu dan usia. Bentuknya akan tetap sama,seperti pertama kali kita bertemu di depan toko buku mungil itu.

Selamat menempuh hidup baru
Dan aku akan tetap pada aktifitasku. Mengamatimu dari balik jendelaku ;”)

girl,grey,trees,waiting,white,window-17fdd13402d0e71ba0da3465da51170f_h.jpg (320×230)

"Kau pasti tahu sakitnya cinta yang tak terkatakan. Cinta yang hanya mampu didekap dalam bungkam."




Minggu, 11 Oktober 2015

Sistem Informasi Manajemen


SUMBER DAYA INFORMASI (Tugas 1)

  • Definisi Sumber Daya Informasi 
Manajemen sumber daya informasi (Information resources management – IRM) adalah aktivitas yang dijalankan manajer pada semua tingkatan dalam perusahaan dengan tujuan mengidentifikasi, memperoleh, dan mengelola sumberdaya informasi yang dibutuhkan untuk memenuhi keperluan pemakai.

· Informasi merupakan salah satu sumber utama dari perusahaan & ia dapat dikelola seperti halnya sumber lain.

· IRM (Information Resources Management) merupakan metodologi siklus hidup yang digunakan untuk menciptakan system yang menghasilkan informasi yang berkualitas.



Definisi

IRM adalah konsep manajemen sumber informasi yang mengenal informasi sebagai sumber organisasional utama yang harus dikelola dengan tingkat kepentingan yang sama seperti sumber organisasional dominan lain seperti orang, keuangan, peralatan & manajemen.


  • Pengelola Sumber informasi 
Unit khusus yang menangani sumber daya informasi disebut dengan layanan/jasa informasi, yang dikelola oleh seorang manajer yang dapat saja berstatus wakil direktur. Kenyataannya yang terjadi sekarang ini adalah perusahaan/organisasi mengadakan pelayanan informasi sebagai wilayah fungsi utama dan juga menyertakan manajer papan atas dalam kelompok seleksi eksekutif, di antaranya komite eksekutif, yang fungsinya membuat keputusan penting di perusahaan. Pengelola inidapat disebut sebagai kepala kepegawaian informasi (chief Informantion Officer/CIO).

Selain itu, setiap orang mengetahui bahwa CEO (chief Informantion Officer/kepala kepegawaian eksekutif) adalah orang yang sangat berpengaruh dalam operasional perusahaan dan biasanya memiliki posisi direktur atau ketua dewan. Istilah CFO (chief financial officer/kepala kepegawaian bagian keuangan) dan COO (chief operating officer/ kepala kepegawaian operasional), telah dibuat sebaik dan sesederhana mungkin. Tahun 1980-an, terlihat persamaan istilah yang dibuat untuk manajer pelayanan informasi, yaitu adanya istilah CIO (chief information officer/kepala pegawai informasi).

Istilah CIO menunjukan lebih dari sebuah judul sederhana. Hal itu menunjukan sebuah aturan rekomendasi bahwa manajer papan atas pada layanan informasi harus berperan besar. Sebagaimana maksud konsepnya, kepala kepgawaian informasi (CIO) adalah manajer pelayanan informasi yang menyumbangkan keahlian kepemimpinan (managerial skill) untuk memecahkan masalah yang berhubungan tidak hanya kepada sumber daya, sumber informasi, tetapi juga wilayah operasional perusahaan lainnya dengan sebaik mungkin.

Seorang manager pelayanan informasi dapat tampil sebagai seorang kepala pegawaian informasi melalui petunjuk berikut ini :

a. Menghabiskan waktu pada usaha/bisnis dan dalam pelatihan usaha/bisnis, dan mempelajari usaha/bisnis, tiddak hanya pada teknologinya saja.

b. Membangun kemitraan dengan unit usha dan lajur manajemen; jangan bersikap menunggu untuk diundang.

c. Memusatkan pada peningkatan pengolahan usaha dasar.

d. Menjelaskan biaya system informasi dalam istilah bisnis/usaha

e. Membangun kepercayaan melalui pengiriman pelayanan SI yang terpercaya

f. Jangan bersikap bertahan.


  • Jenis – Jenis Manajemen Sumber Daya Informasi 
Manajemen sumber daya informasi, terdiri atas 5 jenis utama sumber daya, seperti yang dikatakan oleh Raymond McLeod Jr 1995, yaitu personil atau manusia, bahan bahan, mesin, uang, informasi, termaksud data.

Keempat jenis yang pertama disebut juga sumber fisik ( personil/manusia, bahan bahan, mesin, dan uang ). Adalah sumber nyata ( tangible/nyata karena secara fisik ada serta dapat dirasakan. Jenis sumber yang ke lima atau sumber pengertian ialah informasi ( intangible/tidak nyata), tidak berbentuk nyata. Disebut sumber pengertian karna dibutuhkan pemahaman untuk menguasai sumber sumber lainnya. Manager menggunakan sumber pengertian untuk mengelola sumber fisik bidang system informasi sebenernya mencakup anyak teknologi yang sangat rumit, konsep perilaku yang abstrak/ tidak terlihat, dan penggunaan yang khusus dalam ruang lingkup bisnis atau usaha dan non bisini atau usaha yang tak terhitung banyaknya.





Sumber :

Goal, chr. Jimmy L, 2008, Sistem Informasi Manajemen Pemahaman dan Aplikasi. Jakarta: PT. Grasindo

santiw.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/2944/bab8.doc

https://debby419.wordpress.com/2011/10/25/konsep-manajemen-sumberdaya-informasi/





Jumat, 03 Juli 2015

Sekedar Ungkapan Hati :')

Pernah dicintai sampai akhirnya ditinggalkan, pernah diberi harapan sampai akhirnya di kecewakan !
Saat mereka berkata mencintaiku, aku tidak bisa memberikan apa-apa selain hatiku. Ku gadaikan kesetian dan kasih sayangku demi mereka yang mengatakan akulah pujaan hatinya. Tapi dari sekian banyak mereka tidak ada yg benar-benar menginginka hatiku, mereka hanya mampu mencuri tanpa bisa merawatnyaa, bahkan ada yang dengan sengaja membuangnya dan kemudian pergi tanpa permisi. Miris!
Padahal aku memberikannya dengan kesungguhan, merelakan hatiku dengan ketulusan.

Terbuang, tercampakkan, itu yang selalu kudapatkan selama ini.Terluka, tersakiti, itu hal biasa yang selalu kurasakan selama ini. Bahagia ? Jangan tanyakan itu padaku. Aku bahkan sampai lupa bagaimana rasanya kebahagian itu.

Tuhan,
Apa ini balasan untuk orang lemah yang hanya mampu mencintai dengan hati, seperti aku ini ?
Apa mungkin ketulusan hanya akan berujung penderitaan seperti yang kualami ini ?

Tuhan, Aku lelah. Aku ingin sesekali bersandar. Bisakah kau mengikirimkan ku satu bahu dari ciptaanmu ? Hanya untuk teman berbagi, setidaknya aku tidak sendiri :')

Senin, 22 Juni 2015

Bisnis Cafe


http://m0.i.pbase.com/o6/28/846728/1/147112870.M8kVGJYr._DSC2977.jpg 



Sekarang ini kafe merupakan sebuah tempat bersantai yang biasa ditemui di tempat-tempat pusat keramaian. Tidak hanya sekadar menjadi tempat menjual makanan dan minuman, kafe-kafe masa kini juga menawarkan sajian yang bervariasi, dari pertunjukan musik, koneksi Internet gratis, dan sebagainya.
Jika kafe Anda ditargetkan untuk kalangan muda, akan lebih mudah mendatangkan untung dengan mengadakan sedikit penyesuaian. Dengan menyediakan suasana kafe-kafe yang bersegmen menengah ke atas namun dengan harga-harga yang lebih terjangkau, besar kemungkinan kafe Anda akan dibanjiri pengunjung.

Langkah-langkah persiapan:
1.  Pilihlah lokasi yang strategis. Lakukan pertimbangan yang matang dalam hal ini karena pemilihan lokasi dapat menentukan perkembangan kafe selanjutnya. Pilihlah lokasi yang sedekat mungkin dengan pusat keramaian anak-anak muda, seperti sekolah, kampus, dan sebagainya.

2.  Dapatkan modal. Usaha semacam ini memang diakui memerlukan jumlah modal yang cukup besar. Pengeluaran awal untuk belanja dekorasi serta perlengkapan kafe bisa mencapai ratusan juta. Untuk Anda yang memiliki modal yang pas-pasan, tentukan prioritas dalam desain interior serta eksterior. Namun, jangan khawatir dengan semua 'pengorbanan' ini karena jika usaha kafe Anda berjalan lancar, keuntungan bisa berlipat-lipat dari modal awal.

3. Biaya operasional harus diperhitungkan. Adalah sebuah keharusan untuk memasukkan perhitungan pengeluaran operasional ke dalam catatan keuangan pengelolaan kafe Anda.

4. Jangan lupa untuk mengadakan sebuah survei kecil untuk mengetahui menu apa yang harus Anda sajikan bagi pengunjung. Anda bisa melakukannya dengan berkunjung ke kafe-kafe lain, untuk melihat makanan apa yang paling laku.

5. Bersiaplah dengan promosi kafe dengan berbagai macam cara seperti pamflet, booklet, brosur,dan sebagainya.

6. Mengelola kafe mustahil dilakukan seorang diri. Jika Anda memang memiliki modal, rekrutlah 2-3 orang untuk membantu operasionalisasi kafe. Namun jika modal yang Anda miliki terbatas, bisa juga Anda mengajak anggota keluarga atau teman dekat untuk membantu Anda.

7. Sediakan waktu yang banyak untuk berkonsentrasi pada pengelolaan kafe. Sebagaimana usaha lain, usaha ini juga mengharuskan Anda meluangkan waktu (bila Anda memiliki kesibukan utama lain) yang banyak, apalagi di fase-fase awal pendirian. Begitu banyak yang harus dipersiapkan dalam waktu yang terbatas.

8. Rekrutlah seorang koki atau juru masak yang andal. Ini adalah bisnis kafe yang mau tidak mau juga mengandalkan makanan dan minuman. Jika terpaksa modal tidak mengijinkan, Anda bisa menjadi juru masak sendiri atau ajak saudara dan teman Anda yang berbakat memasak.

9. Tentukan target penjualan. Hal ini termasuk vital karena bagaimanapun Anda harus mendapatkan untung. Jika dirasakan sudah tidak dapat memenuhi target penjualan dalam jangka waktu tertentu, tidak ada salahnya Anda harus memutuskan berhenti, untuk mencegah kerugian yang lebih banyak.

Langkah-langkah realisasi:
1. Lanjutkan promosi dengan mengadakan diskon atau pemberian harga khusus dengan ketentuan yang dapat Anda buat sendiri, sesuai kreativitas Anda. Misalnya, setiap hari Sabtu, pengunjung hanya dipungut harga makanan sebesar setengah dari hari-hari lain. Semua tu demi mendapatkan jumlah pengunjung yang lebih banyak.

2. Tetapkan range harga yang terjangkau, terutama jika kafe Anda membidik pasar anak muda. Daripada mengejar keuntungan dengan mematok harga yang lumayan tinggi, Anda bisa mengejar keuntungan dengan memberikan harga yang lebih terjangkau. Dengan demikian, Anda dapat meraih untung secara berkelanjutan.

3. Kelola keuangan kafe secara terpisah. Lebih baik jangan mencampuraduk keuangan pribadi dengan keuangan kafe yang Anda kelola. Hal ini agar menjaga transparansi dan profesionalisme dalam manajemen.

4. Terapkan sistem bagi hasil dengan karyawan atau orang-orang dekat yang membantu pengelolaan kafe. Dengan cara ini, karyawan akan lebih terdorong untuk bekerja keras dan mereka juga akan merasa digaji lebih adil.

5. Terapkan standarisasi rasa dan mutu makanan. Banyak ditemui kafe yang cita rasa makanan dan minumannya berubah-ubah hanya karena berbeda orang yang mengolah. Usahakan semua karyawan mengetahui cara mengolah yang disarankan atau jika tidak, berikan tanggung jawab itu pada beberapa orang saja.

Langkah-langkah marketing:
1. Promosikan kafe Anda dengan memperkenalkannya kepada komunitas-komunitas tertentu, sesuai dengan segmen yang Anda bidik. Misalnya jika Anda membidik pasar anak muda, akan lebih efektif berpromosi dalam organisasi-organisasi, kampus, atau kantor yang dipenuhi mahasiswa atau karyawan dengan segmen usia yang Anda sasar.

2. Promosikan secara konvensional (word of mouth / dari mulut ke mulut). Walaupun terasa kuno, namun cara berpromosi seperti ini selalu berhasil mengundang perhatian banyak orang untuk mengunjungi kafe Anda. Milikilah sebuah kekhasan atau keunikan yang membuat orang tertarik. Pelayanan yang cepat dan tempat yang nyaman mungkin bagi banyak orang adalah kekhasan tetapi sesungguhnya bukan karena hampir semua kafe bisa melakukannya.

3. Gunakan layanan Short Message Service. Berikan sebuah nomor yang bisa dihubungi dengan pesan singkat untuk layanan pesan-antar makanan atau reservasi tempat.

4. Internet juga bisa menjadi media promosi yang efektif. Buatlah mailing list atau iklan di situs. Atau lebih baik lagi jika kafe Anda memiliki situs yang terus diperbarui kontennya, sehingga pelanggan tahu apa saja yang kafe Anda tawarkan tanpa harus susah-susah menghubungi Anda.

5. Keramahan Anda dalam melayani pelanggan tidak bisa disepelekan. Jangan segan-segan menemui pelanggan dan bercakap-cakap dengan mereka untuk mengetahui saran dan keluhan yang mereka miliki.

6. Memiliki menu unik akan menambah daya tarik kafe Anda. Untuk itulah Anda harus kreatif dan memiliki seorang koki atau juru masak yang berani bereksperimen.

Tantangan:
1. Kekurangan modal merupakan tantangan yang sangat mungkin dihadapi. Ini wajar mengingat begitu padat modalnya usaha ini.

2. Anda harus bersiap untuk mengalami kerugian akibat bahan makanan yang sudah tidak layak konsumsi. Banyak bahan makanan yang hanya tahan beberapa hari saja, sehingga jika tidak habis kerugian kafe Anda akan bertambah banyak.

3. Persaingan antarkafe sekarang sudah ketat. Menjamurnya kafe berarti pula menjamurnya pesaing bagi usaha Anda. (bn/dari berbagai sumber)

Merintis Usaha dengan Pinjaman Modal Tanpa Jaminan


https://sbelen.files.wordpress.com/2008/10/money_tree5librarythinkquestorg.jpgPunya kepikiran berbisnis sendiri itu keren banget. Bukan sekadar mencari uang saja, aka tetapi mendapat pahala karena telah membuka lapangan kerja untuk orang lain. Hanya ide bisnis itu bukan sekadar berputar-putar dikepala tapi wajib diterjemahkan dalam bentuk aksi.



Sebagai langkah awal, berbisnis itu perlu banyak pertimbangan kelayakannya. Sebut saja ide bisnis itu sendiri, skala usaha, kompetisi, permintaan pasar, tenaga kerja, sampai mencari pasokan bahan baku dan tenaga kerja. Cuma jangan buru-buru dianggap ribet. Langkah awal itu sebagai latihan agar terbiasa dengan perencanaan.

            Tapi sebagian orang biasanya mengawali bisnis itu dari hobi. Contohnya adalah Martha Steward. Bos Martha Steward Living ini membangun kerajaan bisnisnya dari hobi masak dan berkebun. Hobi yang sudah dilakoninya sejak masa remaja itu menjadi cikal bakal bisnis catering plus konsultan dekorasi rumah.

            Selain itu, mengawali bisnis juga bisa dari permintaan. Maka itu perlu mencari informasi sebanyak-banyaknya apa yang sedang menjadi tren dan diminati masyarakat. Dari situ bakal ditemukan ide bisnis yang dinilai paling cocok dan sesuai dengan selera pasar.


Modal Usaha
·         Tantangan berikutnya adalah modal usaha. Jangan buru-buru lari ke bank jika saldo tabungan tak mencukupi kebutuhan modal.

·         Sebaiknya usahakan mencari pinjaman ke teman, kerabat, atau keluarga. Atau bisa juga menawarkan kerjasama dengan berbagi beban modal jika risih meminjam uang tunai kepada mereka. Asal ide bisnis yang dicetuskan itu masuk akal dan punya prospek yang bagus.

·         Jika cara ini belum juga ampuh menggenapkan kebutuhan modal, barulah pikirkan mencari sumber eksternal dalam hal ini perbankan. Yang paling populer adalah pinjaman KTA atau lebih terkenal dengan sebutan kredit tanpa agunan meski sasaran utama produk ini adalah mereka yang berpenghasilan tetap.

·         Tapi tetap perhatikan skema dan suku bunganya. Lantaran tanpa agunan, suku bunga yang diterapkan biasanya lebih tinggi.

·         Maka itu, model pinjaman ini sebaiknya sebagai langkah terakhir karena beban cicilan dan bunganya bisa memberatkan di awal merintis bisnis. Meski begitu, upayakan mencari produk pinjaman KTA dan siapa tahu bisa mendapatkan kredit tanpa agunan bunga rendah.

·         Alternatif pinjaman modal tanpa agunan lainnya adalah ikut program pemerintah yang bernama Kredit Usaha Rakyat (KUR). Program ini sengaja digulirkan dengan sasaran membiayai wirausaha pemula melalui kredit skala mikro yang penyalurannya lewat perbankan. (*Referensi)

·         Target dari kredit ini adalah kelompok masyarakat strategis dan mahasiswa yang ingin berbisnis. Minusnya, nilai maksimal kredit ini maksimal hanya Rp 20 juta.